Dukung Produktivitas Nelayan dengan Penyaluran BBM Bersubsidi

Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU– Dinas Perikanan memastikan komitmennya dalam mendukung sektor perikanan dengan memberikan rekomendasi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kepada para nelayan.

Program ini, yang merupakan inisiatif dari pemerintah pusat dan diturunkan ke tingkat kabupaten, bertujuan utama untuk mendorong produktivitas nelayan, khususnya nelayan kecil, dalam menangkap ikan.

Sekretaris Dinas Perikanan Berau, Yunda Zuliarsih menjelaskan, pemberian rekomendasi BBM adalah salah satu tugas utama instansinya.

Baca Juga :  Pemkab Berau Siapkan Anggaran Fantastis untuk Pemerataan Air Bersih

“Kami memang mempunyai salah satu tugas kami dari Dinas Perikanan adalah memberikan rekom BBM kepada nelayan, nelayan kecil ya,” ujarnya Rabu (5/11/2025).

Yunda menjelaskan bantuan kepada nelayan tidak disamaratakan. Dalam artian, rekomendasi BBM bersubsidi tidak diberikan dalam jumlah yang sama rata untuk semua kapal.

“Pembagian kuantitas BBM dilakukan berdasarkan perhitungan khusus, yakni berdasarkan besaran GT (Gross Tonnage) kapal,” bebernya.

Baca Juga :  PLN Berau Prediksi Beban Puncak Listrik Tembus 47 MW Jelang Ramadan

Lalu untuk mekanisme dan harga subsidi rekomendasi BBM ini memungkinkan nelayan untuk mendapatkan bahan bakar di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) ataupun SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) yang ditunjuk.

“Penting untuk dicatat bahwa BBM yang diberikan bukanlah gratis, melainkan berupa harga subsidi,” tuturnya.

“Rekom BBM ini sebenarnya itu dapat digunakan kepada SPBU ataupun SPBN nelayan dan itu mereka itu punya ada kuota sendiri. Itu sebenarnya nilainya adalah harganya adalah harga subsidi. Jadi bukan gratis, tapi harga subsidi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Disperkim Berau Targetkan Renovasi 112 Rumah Warga pada 2026

Menurutnya program penyaluran BBM bersubsidi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas operasional nelayan di tengah fluktuasi harga bahan bakar.

“Sekaligus memastikan keberlanjutan pasokan hasil laut,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *