Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana di Akhir Tahun

Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi curah hujan tinggi di wilayah Berau pada Desember 2025 ini.

Kepala BPBD Berau, Masyhadi Muhdi, menyampaikan pihaknya kini memperkuat sistem pemantauan dan koordinasi lapangan, terutama di wilayah rawan banjir.

Dikatakannya, BPBD Berau selalu melakukan koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperoleh pembaruan kondisi cuaca secara berkala.

“Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG yang memantau kondisi cuaca per hari bahkan per jam. Kami juga memiliki grup khusus untuk melihat perkembangan cuaca dalam dua sampai tiga jam ke depan,” ungkapnya, Selasa (16/12/2025).

Baca Juga :  PLN Berau Prediksi Beban Puncak Listrik Tembus 47 MW Jelang Ramadan

Ia menyebut, BMKG telah memprediksi intensitas hujan di wilayah utara Kaltim yang berpotensi akan meningkat. Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi melalui pemantauan rutin di lapangan.

Selain itu, BPBD Berau juga telah menyusun program jangka panjang berupa sosialisasi kesiapsiagaan di berbagai wilayah serta memperbanyak desa tanggap bencana.

“Dengan desa tanggap bencana, meski personel di lapangan terbatas, mereka sudah siap melakukan tindakan awal,” katanya.

Baca Juga :  Sekda Berau Apresiasi BUMK Pegat Bukur, Dinilai Amanah dan Transparan

Masyhadi menuturkan, kebutuhan posko darurat cukup tinggi terutama di wilayah bantaran Sungai Kelay, karena terdapat sejumlah kampung yang berpotensi terisolasi apabila debit air meningkat.

“Untuk daerah bantaran Sungai Kelay, posko sangat dibutuhkan karena ada kampung yang terisolir,” jelasnya.

BPBD juga memantau pergerakan debit air di Sungai Segah. Bahkan dalam situasi darurat, tim langsung diturunkan ke lokasi. “Kemarin ketika debit air mulai besar, kami langsung turun ke lapangan,” ujarnya.

Disebutnya, Tim BPBD dibagi dalam tiga wilayah pemantauan, yakni Segah, Tumbit dan sekitarnya, serta Merasa. Pemecahan tim ini, katanya, bertujuan agar langkah tindak lanjut dapat segera disusun apabila kondisi memburuk.

Baca Juga :  Disperkim Berau Targetkan Renovasi 112 Rumah Warga pada 2026

Meski dengan keterbatasan jumlah personel, ia menegaskan hal tersebut tidak menjadi alasan untuk mengurangi kinerja.

“Kalau untuk unit kami sudah cukup. Kami punya unit peralatan dan damkar di posko Segah dan Kelay, tinggal personil yang ada di kecamatan memantau situasi. Ketika genting mereka langsung melaporkan ke kami,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *