“Kami mengajak warga Kaltim untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi, seiring prakiraan masih adanya peluang hujan pada Dasarian I pada Januari ini,” ujar Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto BMKG Samarinda Riza Arian Noor di Samarinda, Kamis.
Bencana hidrometeorologi tersebut bisa berupa banjir, sungai meluap, jalan licin, tanah longsor, hingga kemungkinan pohon tumbang, karena hujan berpotensi disertai dengan angin kencang dan petir, sehingga peringatan dini ini disampaikan agar semua warga dan pihak terkait waspada.
Berdasarkan prakiraan potensi curah hujan Dasarian I Januari 2026, kata dia, secara umum wilayah Kaltim diprakirakan mengalami curah hujan dengan intensitas sedang.
“Prakiraan peluang curah hujan pada Dasarian I Januari menunjukkan bahwa secara umum wilayah Kaltim mengalami curah hujan dengan kategori menengah antara 50 – 150 milimeter (mm) dengan peluang hujan lebih dari 70 persen,” katanya.
Sementara wilayah Kaltim bagian selatan, khususnya sebagian Kabupaten Kutai Barat bagian selatan, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Penajam Paser Utara, lanjutnya, diprakirakan mengalami curah hujan dengan kategori rendah antara 0–50 mm dengan peluang hujan berkisar antara 40 – 60 persen.
Kemudian berdasarkan prakiraan deterministik curah hujan pada Dasarian I Januari 2026, kata dia, menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Kaltim diprakirakan mengalami curah hujan dengan kategori menengah antara 50 – 150 mm.
Sedangkan berdasarkan prakiraan deterministik sifat hujan, lanjut dia, pada Dasarian 1 Januari ini menunjukkan bahwa wilayah Kaltim diprediksi mengalami sifat hujan bervariasi, namun umumnya dengan kategori normal antara 85 – 115 persen dan bawah normal antara 50 – 84 persen.
“Namun di Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Timur bagian barat, dan Kota Samarinda bagian selatan, diprakirakan mengalami sifat hujan kategori atas normal antara 116 – 150 persen,” kata Riza.
Selain itu,pihaknya juga melakukan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) pada Dasarian III Desember 2025. Meski secara umum wilayah Kaltim mengalami hujan, namun ada juga wilayah yang dalam beberapa hari tidak terjadi hujan.
Sejumlah wilayah di Kaltim mengalami HTH dengan kategori sangat pendek antara 1 – 5 hari. HTH terpanjang terjadi di Kecamatan Barong Tongkok (Kutai Barat) dan Kecamatan Muara Jawa (Kutai Kartanegara) dengan jumlah HTH empat hari.
Sumber : Antara






