benuakaltim.co.id, BERAU– Pemangkasan anggaran yang dilakukan pemerintah daerah hanya menyentuh sektor operasional perangkat daerah, bukan pada skema bantuan sosial masyarakat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Berau, Iswahyudi mengatakan, kemungkinan berkurangnya program bantuan sosial akibat kebijakan efisiensi anggaran tersebut, menjadi kekhawatiran sendiri bagi masyarakat.
Dinsos Berau memastikan, tidak akan terjadi pengurangan bantuan sosial, seluruh program bantuan sosial rutin untuk kelompok rentan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Untuk bantuan sosial rutin tidak ada perubahan. Program bagi lansia, yatim piatu, dan penyandang disabilitas tetap berjalan. Yang disesuaikan hanya operasional OPD, bukan bantuan untuk warga,” terang Iswahyudi, Senin (5/1/2026).
Pemerintah daerah memprioritaskan perlindungan sosial sebagai bagian dari komitmen menjaga keberlangsungan jaring pengaman masyarakat, terutama bagi kelompok yang masuk kategori tidak mampu.
“Data penerima bantuan juga terus diperbarui melalui verifikasi berlapis,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, proses pendataan dilakukan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta diverifikasi kembali oleh pihak kampung sebelum ditetapkan melalui Surat Keputusan Kepala Kampung.
“Prinsipnya, bantuan harus tepat sasaran. Karena itu kampung diberi ruang melakukan verifikasi ulang jika ada perubahan kondisi warga,” jelasnya.
Iswhayudi berharap, masyarakat tidak terpengaruh isu yang berkembang mengenai potensi pengurangan bantuan akibat situasi anggaran. Pemerintah daerah tetap memastikan program sosial yang menyasar warga kurang mampu menjadi prioritas utama.
“Kami pastikan, bansos untuk kelompok rentan tidak dikurangi. Justru penguatan data dan pengawasan terus dilakukan agar distribusinya semakin tepat,” ujarnya.
Dengan kepastian tersebut, pihaknya berharap masyarakat penerima manfaat tetap tenang dan tidak khawatir terhadap keberlanjutan program bantuan sosial yang selama ini berjalan. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






