Potensi Barakuda di Maratua Belum Tergarap Maksimal

Ilustrasi. (INTERNET)

benuakaltim.co.id, BERAU– Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menilai Pulau Maratua memiliki keunggulan pariwisata kelas dunia yang belum dimanfaatkan secara maksimal.

Salah satu daya tarik utamanya adalah keberadaan ikan barakuda dalam jumlah besar yang menjadi magnet bagi wisatawan penyelam (underwater tourism).

Sri Juniarsih menjelaskan, Maratua bahkan diklaim sebagai satu-satunya lokasi di Indonesia yang memiliki potensi barakuda dalam skala besar, setelah kawasan serupa di Sipadan yang kini masuk wilayah Malaysia.

Baca Juga :  Wadah Kreativitas dan Edukasi Sinema, Festival Film Pelajar Berau Hadir di Bioskop

“Ini nilai kelas dunia untuk Berau. Maratua punya potensi barakuda yang satu-satunya di Indonesia. Ini peluang besar yang harus kita jual,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Ia menegaskan, meningkatnya jumlah penerbangan ke Berau dari berbagai maskapai harus dimanfaatkan untuk memperkuat promosi Pulau Maratua.

Upaya tersebut, menurutnya, bisa dilakukan melalui keikutsertaan dalam pameran pariwisata internasional serta kerja sama dengan media nasional dan internasional.

Baca Juga :  Pembangunan Infrastruktur Wisata Berau Terkendala Geografis dan Keamanan Perangkat

Tak hanya itu, Sri Juniarsih juga mendorong agar potensi wisata Maratua diekspos secara khusus melalui tayangan di televisi nasional seperti Kompas TV atau TV One, termasuk dalam bentuk program dokumenter.

“Kita harus berani mengekspose Maratua secara serius, termasuk lewat televisi nasional dan internasional,” tegasnya.

Baca Juga :  Asik Cuci Motor di Pinggir Sungai, Pemuda di Jalan Kelay Diterkam Buaya

Selain promosi eksternal, ia juga meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau untuk menayangkan dokumentasi destinasi wisata di Kabupaten Berau melalui videotron yang ada di Kota Tanjung Redeb.

“Saya minta juga kepada dinas terkait, terutama Diskominfo, untuk menampilkan destinasi-destinasi wisata Berau di videotron. Ini penting sebagai daya tarik bagi wisatawan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *