benuakaltim.co.id, BERAU – Harapan baru bagi tenaga kerja lokal di Kabupaten Berau mulai terlihat seiring dengan rencana beroperasinya kembali PT Kertas Nusantara (KN).
Perusahaan yang berlokasi di wilayah Mangkajang ini dikabarkan tengah melakukan persiapan intensif untuk memulai aktivitas produksinya pada April mendatang.
“Perusahaan saat ini sedang dalam fase progresif, terutama dalam perbaikan mesin-mesin produksi yang ditangani oleh pihak kontraktor,” ungkap Kepala Disnakertrans Berau Zulkifli Azhari, Selasa (13/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli menekankan pentingnya perusahaan-perusahaan di Berau, termasuk PT Kertas Nusantara, untuk lebih mengakomodasi tenaga kerja lokal. Meskipun rekrutmen dilakukan secara terbuka dan daring, kearifan lokal harus tetap menjadi prioritas utama.
“Kita berharap tenaga kerja di Berau bisa bersaing dengan tenaga kerja luar. Perusahaan harus memprioritaskan masyarakat lokal kita agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri,” ujarnya.
Saat ini, kata dia PT Kertas Nusantara dilaporkan telah mulai memanggil kembali para pekerja lama dan memberikan pelatihan (training) bagi rekrutan baru untuk memastikan kesiapan saat operasional dimulai secara penuh.
“Rencana aktifnya kembali PT KN tidak hanya membawa angin segar bagi sektor industri, tetapi juga sudah mulai memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat di sekitar Mangkajang,” ucapnya.
“Sekarang sudah mulai terasa kalau kita jalan-jalan ke daerah Mangkajang. Sudah mulai ramai, banyak penjual di pinggir jalan, dan rumah-rumah kontrakan sudah mulai terisi penuh,” tambahnya.
Geliat ekonomi ini diharapkannya menciptakan multiplier effect yang luas, tidak hanya di sektor industri kertas, tetapi juga merambah ke sektor perhotelan, perdagangan, dan jasa lainnya di Kabupaten Berau.
“Pemerintah daerah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) juga diharapkan terus menjalin komunikasi intensif dengan pihak perusahaan agar kebutuhan tenaga kerja dapat terpenuhi secara optimal dari putra-putri daerah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






