benuakaltim.co.id, BERAU– Dinas Kesehatan Berau bersama BKPSDM tengah melakukan lompatan besar dalam tata kelola pelayanan kesehatan.
Sebanyak 21 Puskesmas di Kabupaten Berau, termasuk Puskesmas Talisayan, kini resmi bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie mengatakan, perubahan status ini bukan sekadar urusan administratif, melainkan kunci utama untuk mempercepat layanan kesehatan kepada masyarakat secara lebih lincah dan mandiri.
“Selama ini, pendapatan Puskesmas terutama dari klaim BPJS Kesehatan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) harus disetorkan terlebih dahulu ke kas daerah sebagai PAD,” ungkapnya, Sabtu (17/1/2026).
Kata dia, prosedur ini seringkali membuat puskesmas harus menunggu birokrasi anggaran jika membutuhkan pengadaan mendesak.
“Namun, dengan status BLUD yang mulai berjalan tahun ini pengelolaan dana mandiri seperti Puskesmas dapat langsung mengelola pendapatannya sendiri untuk kebutuhan operasional,” ujarnya.
Ia menilai, jika Puskesmas kekurangan obat atau alat medis, mereka bisa langsung melakukan pengadaan tanpa harus menunggu anggaran APBD ketuk palu.
“Solusi tenaga medis Puskesmas BLUD memiliki fleksibilitas untuk menggaji tenaga kesehatan tambahan sesuai kebutuhan riil di lapangan menggunakan dana kelolaan mandiri tersebut,”bebernya.
Langkah ini dinilai sangat strategis mengingat Kabupaten Berau telah menyandang status UHC. Artinya, lebih dari 95 persen penduduk Berau sudah ter-cover BPJS Kesehatan.
“Karena sudah UHC, warga yang punya KTP Berau tapi belum punya BPJS bisa langsung diaktifkan saat itu juga ketika berobat ke Puskesmas atau RS,” tuturnya.
Hal ini otomatis meningkatkan klaim JKN yang masuk ke Puskesmas, yang kini dananya akan menetap di kantong Puskesmas untuk meningkatkan layanan. Lebih jauh dijelaskan Lamlay, pemerintah daerah telah menyiapkan lima dokumen utama dari setiap Fasilitas Kesehatan (Fasyankes) hingga penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) terkait BLUD.
“Tahun lalu proses harmonisasi di tingkat provinsi sudah selesai. Insya Allah, tahun ini 21 Puskesmas tersebut sudah bisa mulai running dengan rekening BLUD masing-masing,” imbuhnya.
Dengan kemandirian finansial ini, Puskesmas di Berau diharapkan tidak lagi hanya menjadi tempat berobat. “Tetapi menjadi garda terdepan layanan kesehatan yang profesional, cepat, dan berkualitas tanpa hambatan birokrasi keuangan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






