benuakaltim.co.id, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu tumpuan utama pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Ia mengatakan, penguatan sektor pariwisata merupakan rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang harus ditindaklanjuti secara serius oleh seluruh perangkat daerah.
Untuk itu, pengembangan pariwisata tidak hanya menjadi tanggung jawab satu OPD, tetapi seluruh OPD sesuai tugas dan fungsinya masing-masing.
“Seluruh OPD tanpa terkecuali memiliki tanggung jawab dalam pengembangan pariwisata,” tegasnya, Sabtu (17/1/2026).
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM di setiap kecamatan dan kampung. Camat, lurah, dan kepala kampung diminta aktif menggali serta mengembangkan potensi lokal agar mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
“Pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM merupakan potensi besar yang dapat dikembangkan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada dana bagi hasil,” ujarnya.
Di sisi lain, Sri Juniarsih mengungkapkan, hampir seluruh OPD di lingkungan Pemkab Berau mengalami pemangkasan anggaran yang cukup signifikan dalam APBD 2026.
Rata-rata pemotongan anggaran mencapai sekitar 50 persen, sehingga ia meminta seluruh OPD melakukan efisiensi dan memfokuskan anggaran pada program-program prioritas.
“Kita harus betul-betul memilah mana yang menjadi prioritas dan mana yang bisa ditunda,” katanya.
Sebagai contoh, ia menyebut pembangunan pagar sekolah dapat ditunda, namun pelayanan pendidikan harus tetap berjalan optimal.
“Sektor pendidikan, kesehatan, dan pariwisata tetap menjadi prioritas utama di tengah keterbatasan anggaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bupati juga meminta seluruh OPD menyesuaikan pelaksanaan kegiatan dengan standar anggaran minimal, namun tetap menjaga kualitas pelayanan publik.
“Ini penting, agar tujuan pembangunan daerah tetap dapat tercapai,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






