benuakaltim.co.id, BERAU – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Berau, Jakariya menyatakan komitmennya untuk mengawal dan memberikan masukan strategis, demi kelancaran program unggulan Presiden Prabowo Subianto, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG).
Meski dikelola langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN), Gerindra Berau proaktif memantau agar manfaat program ini segera dirasakan masyarakat di seluruh pelosok Bumi Batiwakkal.
Jakariya menyampaikan, saat ini fasilitas program MBG yang difasilitasi pemerintah di Berau baru menjangkau dua titik utama, yakni wilayah Tanjung Redeb dan Kelurahan Limumjan.
Sementara itu, sekolah-sekolah lain masih menjalankan program ini secara mandiri atau melalui investasi pengusaha lokal.
“Kita sebagai kader partai yang programnya dicanangkan oleh beliau (Prabowo), bertugas mengawal, mendukung, dan memberikan masukan. Kami ingin memastikan di tahun 2026 nanti, program MBG ini bisa ter-cover secara keseluruhan di Berau,” ujarnya, Sabtu (24/1/2026).
Jakariya menyoroti tantangan besar dalam pembangunan infrastruktur pendukung, seperti dapur umum. Menurutnya pembangunan satu unit dapur standar nasional diperkirakan membutuhkan investasi yang besar, mencapai lebih dari Rp1 miliar, belum termasuk biaya pengadaan lahan.
“Investasinya besar, untuk gedung dan perlengkapan saja bisa di atas satu miliar. Karena itu, standarisasi yang dibangun BGN sangat ketat. Kita lihat seperti di Limumjan yang dikerjakan kontraktor nasional, kualitasnya memang sangat diperhatikan,” ucapnya.
Selain pengawasan, Gerindra Berau, Jakariya juga mendorong masyarakat dan yayasan lokal untuk ikut berpartisipasi sebagai penyedia. Namun, ia mengakui adanya kendala administratif dan akses informasi terkait pendaftaran di portal resmi BGN yang belum terbuka sepenuhnya bagi badan hukum lokal di daerah.
“Banyak teman-teman yang ingin berkontribusi melalui yayasan, namun kendalanya ada di mekanisme pendaftaran dan akses. Kami akan terus mendorong melalui struktur partai ke tingkat provinsi hingga pusat agar kendala teknis di daerah seperti ini mendapat perhatian,” tegasnya.
Ke depannya, Gerindra Berau berencana melakukan peninjauan langsung ke lapangan bersama pihak terkait untuk mengevaluasi jalannya program mandiri yang sudah ada.
“Sembari mendorong percepatan pembangunan fasilitas dari pemerintah pusat guna mencapai target cakupan 100 persen pada tahun 2026 mendatang,” tutupnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






