“Realisasi investasi masuk Kaltim sepanjang 2025 mencapai Rp87,78 triliun, berhasil melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah pusat,” ujar Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kaltim Fahmi Prima Laksana di Samarinda, Selasa.
Ia merinci capaian investasi dari tahun ke tahun, mulai 2021 dengan total investasi yang masuk sebesar Rp41,17 triliun dengan 7.323 proyek. Berada di peringkat sembilan nasional, di bawah Jabar, Jakarta, Jatim, Banten, Riau, Jateng, Maluku Utara (Malut), dan Sulawesi Tengah.
Kemudian pada 2022, investasi yang masuk naik menjadi Rp57,76 triliun dengan 7.722 proyek, berada dalam peringkat sembilan nasional, di bawah Jabar, Jakarta, Sulteng, Jatim, Riau, Malut, dan Jateng.
Tahun 2023 dengan investasi yang kembali naik menjadi Rp71,89 triliun dengan 6.963 proyek, berada pada peringkat delapan nasional, di bawa Jabar, Jakarta, Jatim, Sulteng, Banten, Malut, dan Riau.
Nilai investasi pada 2024 kembali naik menjadi Rp76,33 triliun dengan 27.761 proyek. Berada di peringkat tujuh nasional, di bawah Jabar, Jakarta, Jatim, Sulteng, Banten, dan Riau.
Sedangkan pada 2025 dengan investasi yang masuk naik menjadi Rp87,78 triliun dengan sekitar 35.000 proyek, berada di peringkat enam nasional, di bawah Jabar, Jakarta, Sulteng, dan Banten.
“Target investasi Kaltim pada 2025 adalah Rp79,86 triliun. Ini berarti realisasinya terlampaui 109 persen. surplus ini merupakan hasil dari berbagai upaya agresif dalam mempromosikan beragam peluang investasi yang tersebar di kabupaten/kota di wilayah Kaltim,” katanya.
Ia menyebut bahwa strategi kunci yang dilakukan adalah menjalin kerja sama bilateral intensif, termasuk ajang Mahakam Investment Forum hingga kemitraan strategis dengan Provinsi Anhui di China.
Ia merinci total investasi sebesar itu, yakni berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp70,92 triliun dan dari Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp16,86 triliun.
“Jika dirinci berdasarkan lapangan usaha, maka usaha pertambangan masih menjadi magnet utama yang mendominasi masuknya investasi, diikuti oleh industri kimia dan lapangan usaha sektor pangan,” katanya.
Sumber : Antara






