“Tahun 2025 pendapatan meningkat tajam menjadi Rp36 miliar dari 5.206 unit yang tertagih berkat program optimalisasi dan pembentukan tim terpadu oleh Gubernur,” kata Kepala Bidang Pajak Daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltim Lora Sari di Samarinda, Rabu.
Lanjut Lora, realisasi pendapatan sektor ini pada tahun 2024 relatif kecil karena hanya menyentuh angka Rp1,1 miliar dari 238 unit akibat peraturan daerah yang baru diterbitkan di tahun tersebut.
Dia menilai aturan mengenai pajak alat berat masih perlu disosialisasikan secara lebih intensif kepada ratusan perusahaan di sektor tambang, perkebunan, dan kehutanan.
Bapenda Provinsi Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus melakukan optimalisasi penerimaan daerah melalui pendekatan sosialisasi yang berkelanjutan.
Data instansi tersebut mencatat potensi besar dari 335 perusahaan pertambangan hingga 238 perusahaan perkebunan. Ada 106 perusahaan perkebunan yang harus mereka periksa ulang.
“Hingga saat ini, baru sekitar 300 perusahaan yang tercatat telah memiliki kesadaran untuk melaporkan atau membayar pajak alat berat,” paparnya.
Pengelola Izin Usaha Pertambangan Dinas ESDM Kaltim Daevrie Zulkany menyatakan bahwa setiap perusahaan kontraktor di sistem OSS wajib melaporkan jumlah unit alat berat saat mengajukan izin.
“Kami sangat antusias membantu mengoptimalkan potensi pajak ini mengingat mayoritas sumber daya alam Kaltim berkaitan erat dengan pertambangan,” ujarnya.
Pihaknya memastikan kewajiban pembayaran pajak selalu ditekankan sejak awal proses pengajuan izin usaha jasa pertambangan dilakukan.
Dinas ESDM Kaltim kini telah bergabung secara aktif dalam tim terpadu pengoptimalan pajak alat berat yang dipimpin Bapenda provinsi untuk melakukan tinjauan lapangan demi mengatasi perbedaan data.
Daevrie mencontohkan kasus PT KPC yang tetap harus mengikuti aturan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meskipun mengantongi izin dari pusat.
“Sesuai arahan Gubernur, Dinas ESDM Kaltim kini bergerak cepat mengumpulkan data Usaha Jasa Pertambangan (UJP) dan kontraktor lokal serta merinci data alat berat secara seksama,” demikian Daevrie.
Sumber : Antara






