benuakaltim.co.id, BERAU – Ketangguhan tata kelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Batu Bual, Kampung Pegat Bukur, patut diacungi jempol.
Meski sempat tertatih akibat bencana banjir besar yang melumpuhkan banyak aset di awal tahun 2025, BUMDes ini justru menutup tahun dengan capaian yang fantastis.
Kepala Kampung Pegat Bukur, Suharyadi Kusuma mengungkapkan, tahun 2025 merupakan tahun penuh tantangan sekaligus pembuktian. Banjir yang melanda wilayah tersebut sempat menyebabkan kerugian besar karena banyak aset usaha yang rusak dan tidak dapat digunakan kembali.
“Di tahun 2025 kita ada kendala banjir yang memakan banyak aset kita. Namun dengan optimisme dan semangat pengelolaan, kami berhasil pulih, bahkan mewujudkan satu bangunan kantor sekretariat yang megah,” ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Keberhasilan ini tidak datang begitu saja, sebab menurutnya manajemen BUMDes menerapkan strategi efisiensi yang ketat atau istilahnya ‘ikat perut’. Segala pengeluaran yang tidak mendesak dipangkas habis demi memprioritaskan pemulihan aset dan pembangunan infrastruktur pendukung operasional.
Hasilnya pun nyata, selain berhasil membangun kantor sekretariat baru yang representatif untuk mendukung operasional. BUMDes Batu Bual mencatatkan lonjakan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang sangat signifikan, PADes Tembus Rp100 Juta.
Jika pada tahun sebelumnya PADes yang disetorkan berada di angka Rp54 juta, maka pada tahun 2025 ini angkanya melonjak drastis hingga menyentuh angka Rp103 juta lebih.
“Alhamdulillah, PADes kita meningkat dari 54 juta di tahun lalu, menjadi 103 juta sekian di tahun 2025 ini. Ini adalah capaian yang melampaui target di tengah situasi pasca-bencana,” sebutnya.
Kata dia, keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan penuh pemerintah kampung yang terus memberikan tantangan dan ruang bagi BUMDes untuk berkembang.
“Dengan kantor baru dan pendapatan yang meningkat, BUMDes Batu Bual kini menatap tahun 2026 dengan lebih optimis untuk menjadi motor penggerak ekonomi utama di Kampung Pegat Bukur,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






