Gelontorkan Rp135 Miliar, PUPR Berau Bakal Percantik Drainase dan Irigasi

DRAINASE: Salah satu kondisi drainase tidak berfungsi maksimal yang berada di Jalan Albina bakal diperbaiki PUPR Berau tahun ini. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU– Masalah genangan air di kawasan perkotaan masih menjadi perhatian serius pemerintah.

Tahun ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau telah mengalokasikan anggaran fantastis sebesar Rp135 miliar untuk perbaikan drainase, irigasi, hingga normalisasi sungai.

Sekretaris PUPR Berau, Bambang Sugianto mengatakan, anggaran jumbo tersebut tidak hanya berfokus pada satu titik, melainkan tersebar di beberapa kecamatan untuk memastikan aliran air lebih lancar dan meminimalisir risiko banjir.

Baca Juga :  Disperkim Berau Targetkan Renovasi 112 Rumah Warga pada 2026

“Beberapa titik perbaikan drainase mencakup kawasan padat penduduk dan jalur utama, di antaranya Jalan Albina, Jalan Antung Jami (Kelurahan Karang Ambun), hingga Jalan M. Toib,” ungkapnya Jumat (6/2/2026)

Lalu di Kecamatan Talisayan, ada lanjutan drainase di Jalan Kampung Bumijaya serta normalisasi Hulu Sungai Dumaring. “Kecamatan Gunung Tabur Pembangunan saluran di Jalan Mitra (Kampung Batu-Batu), normalisasi sungai di RT 10, serta peningkatan drainase di Jalan Manunggal dan Bangsawan,” ucapnya.

Baca Juga :  BMKG Berau Usulkan Alat Deteksi Tsunami ke Pemkab

Kemudian Kecamatan Sambaliung dan sekitarnya, ada pembangunan irigasi di Sambaliung, normalisasi drainase RT 15, hingga pembangunan drainase di Gang Sora (Kampung Bebanir Bangun) dan Kampung Sukun. “Tumbit Dayak fokus pada kelanjutan pembangunan sistem irigasi,” kata Bambang.

Menurutnya, proyek-proyek ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada tahun anggaran 2026 karena menggunakan sistem tahun tunggal. Namun, kata dia, untuk beberapa titik yang memerlukan penanganan panjang, PUPR menggunakan sistem pengerjaan bertahap.

Baca Juga :  Sekda Berau Apresiasi BUMK Pegat Bukur, Dinilai Amanah dan Transparan

“Ada beberapa yang judulnya lanjutan pembangunan. Artinya, jika tahun sebelumnya belum tuntas seluruh kilometer yang direncanakan, maka tahun 2026 ini kita lanjutkan kembali sampai benar-benar berfungsi maksimal,” ujarnya.

Kendati demikian meski detail teknis mengenai lebar dan kedalaman, drainase berada di bawah wewenang bidang teknis. “Program ini dipastikan menjadi salah satu prioritas utama PUPR untuk memperbaiki infrastruktur dasar masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *