“Pemerintah pusat targetkan aktivasi IKN sebagai pusat kerja pemerintahan dilakukan secara bertahap sepanjang 2026,” ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Jumat, ketika ditanya menyangkut perkembangan IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara.
Tahun ini yang menjadi perhatian utama pembangunan IKN, kata Basuki, adalah persiapan pemindahan aparatur sipil negara (ASN), kesiapan perkantoran dan hunian.
Dia mengatakan pembangunan perkantoran dan hunian ASN tahap satu sudah selesai dan tahap dua dalam percepatan penyelesaian, serta pembangunan Istana Wakil Presiden dinyatakan selesai 100 persen secara fisik dan masuk tahap pengisian interior dan mebel/perabot (furnitur).
“Furnitur Istana Presiden dan Istana Wakil Presiden itu tanggung jawab Sekretariat Negara,” katanya.
Setelah seluruh pembangunan perkantoran dan hunian ASN, serta Istana Wakil Presiden rampung, kata Basuki, pemerintah pusat menargetkan mulai bergerak aktivitas pemerintahan Indonesia di IKN.
“Sehingga IKN tidak lagi sekadar kawasan pembangunan, tetapi mulai memasuki tahap fungsional sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia,” ujarnya.
Dia menyebut sekitar 50 orang staf Wakil Presiden sudah berada di kawasan IKN untuk melakukan persiapan teknis,.meliputi survei mebel/perabot, penataan ruang kerja, serta koordinasi operasional di kawasan ASN menara (tower) satu.
“Kehadiran staf itu menjadi bagian dari tahapan awal sebelum Wakil Presiden berkegiatan secara rutin di IKN,” jelasnya.
Kemudian sebanyak 16 kementerian dan lembaga negara juga dijadwalkan mulai melakukan aktivitas rutin di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Menurut Basuki, pembangunan jangka panjang terus berlanjut untuk mewujudkan IKN sebagai Ibu Kota Politik Indonesia pada 2028, terutama pembangunan kawasan legislatif dan yudikatif di KIPP IKN sesuai rencana.
Sumber : Antara





