benuakaltim.co.id, BERAU– Anggota Komisi II DPRD Berau, Sakirman, menyoroti tajam sejumlah usulan pembangunan infrastruktur yang seolah menjadi langganan dalam setiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Ia menegaskan, sudah saatnya janji-janji pembangunan tersebut terealisasi secara nyata di tahun 2027 mendatang.
Dalam penyampaiannya, Sakirman mengungkapkan, hampir 80 persen usulan yang masuk didominasi oleh perbaikan jalan poros.
Wilayah-wilayah seperti Kampung Sukan, Tumbit, Bekat Bukur, hingga Long Lanuk menjadi fokus utama karena kondisinya yang vital bagi mobilitas masyarakat.
“Jalan poros ini urat nadi. Ini menyambung antar kampung dan difungsikan langsung oleh masyarakat kita. Masalahnya, usulan ini sudah berulang-ulang kali disampaikan,” ungkapnya, Rabu (11/2/2026).
Tak hanya soal aspal, Sakirman juga menyentil persoalan klasik yang masih menghantui warga Bekat Bukur dan sekitarnya, yakni soal krisis air bersih.
Ia menilai pemenuhan kebutuhan dasar ini tidak bisa lagi ditunda-tunda. Menurutnya, kondisi infrastruktur di Kecamatan Tabalar dan Sambaliung memiliki kemiripan, yakni sama-sama masih tertatih dalam urusan penyediaan air layak konsumsi dan konektivitas jalan.
Merespons usulan yang terus berulang tersebut, Sakirman meminta Pemerintah Kabupaten Berau tidak hanya sekadar mencatat.
Ia mendesak tim teknis untuk segera melakukan langkah konkret.
“Saya harapkan tim teknis bisa segera turun ke lapangan. Jangan sampai usulan di Musrenbang ini hanya jadi catatan di atas kertas. Kita ingin ini jadi kenyataan buat seluruh kepala kampung sebagai bentuk pertanggungjawaban kita kepada masyarakat,” ucapnya.
Sakirman berharap, kolaborasi antara aspirasi masyarakat dan eksekusi tim teknis di lapangan dapat memastikan pembangunan di tahun 2027 tidak lagi sekadar menjadi daftar keinginan, melainkan perubahan nyata yang dirasakan warga Berau. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






