benuakaltim.co.id, BERAU – Kabar mengejutkan datang bagi warga dan pengguna jalan yang kerap melintasi Jembatan Pulau Besing.
Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) mengonfirmasi bahwa akses utama tersebut akan segera ditutup total dalam waktu dekat.
Penutupan ini dilakukan bukan tanpa alasan. Kabid Reservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi mengungkapkan, langkah ini harus diambil demi kelancaran tahap krusial perbaikan fisik jembatan yang sempat mengalami keterlambatan.
Bongkar plat besi, menurut Junaidi, progres perbaikan kini memasuki tahap penggantian komponen utama. Setelah sempat terkendala pengadaan kabel penyangga, kini fokus beralih pada perbaikan struktur turunan jembatan.
“Minggu depan, InsyaAllah pekerjaan fisik akan dimulai. Kami akan mengganti plat besi dan rangka penyokongnya. Karena platnya harus dilepas total, maka jalan otomatis harus ditutup,” tegas Junaidi, Jumat (13/2/2026).
Tak hanya sekadar mengganti plat yang rusak, DPUPR juga berencana melakukan rekayasa teknis pada tingkat kemiringan jembatan. Junaidi menjelaskan, level kelandaian akan dikurangi agar lebih aman bagi kendaraan yang melintas.
“Ujungnya nanti akan kita cor sepanjang 15 hingga 20 meter agar menyambung langsung dengan jalan,” ungkapnya.
Selain perbaikan struktur, Junaidi membawa angin segar bagi warga yang sering mengeluhkan minimnya penerangan di area tersebut. Menjawab usulan warga tahun lalu, DPUPR memastikan proyek ini juga mencakup pemasangan Lampu Penerangan Jembatan.
“Kami sudah siapkan empat titik lampu khusus untuk menerangi jembatan, bukan sekadar lampu jalan biasa. Jadi, selain lebih kokoh, jembatan ini nantinya juga akan jauh lebih terang dan aman di malam hari,” jelasnya.
Selain Pulau Besing, Junaidi juga memaparkan sejumlah agenda besar DPUPR Berau untuk tahun anggaran 2026 dan 2027. di antaranya Kelurahan Gunung Tabur bakal sinkronisasi peningkatan jalan kawasan cagar budaya dan perbaikan drainase.
“Kampung Tasuk bakal ada rencana pengaspalan dan drainase jalan poros yang ditargetkan masuk dalam Renja 2027,” bebernya.
Selain itu, Junaidi menjelaskan juga Kampung Maluang bakal ada peningkatan Jalan Perjuangan dan Jalan Lapangan yang menjadi prioritas utama. Namun untuk Jembatan Gantung Birang, kata dia, rencana pembongkaran jembatan lama yang sudah tidak berfungsi demi keselamatan pelayaran di sungai, setelah berkoordinasi dengan pihak PLN terkait kabel yang melintang.
Kendari demikian, Junaidi menjelaskan pihak DPUPR meminta masyarakat untuk bersabar dan mencari jalur alternatif selama proses pengerjaan Jembatan Pulau Besing berlangsung.
“Kami mohon dukungan semua pihak agar pekerjaan ini bisa tuntas tepat waktu tanpa kendala berarti,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






