benuakaltim.co.id, BERAU – Masalah infrastruktur pendidikan di pelosok Kabupaten Berau terus menjadi sorotan. Salah satu yang paling unik sekaligus pelik adalah kondisi SMPN 3 Gunung Tabur di Kampung Waluang.
Bagaimana tidak, rencana penataan halaman dan pemagaran sekolah tersebut harus tertunda gara-gara keberadaan sebuah gunung yang berdiri kokoh di samping bangunan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Berau, Mardiatul Idalisah mengungkapkan, pihaknya sebenarnya sudah memprioritaskan pengerjaan ini pada tahun 2026. Namun, karena adanya kebijakan efisiensi anggaran, proyek tersebut terpaksa digeser.
Mardiatul menjelaskan, SMPN 3 Gunung Tabur merupakan sekolah hibah dari PT Berau Coal yang kemudian dikembangkan oleh pemerintah daerah dengan menambah ruang kelas baru. Meski jumlah kelas sudah mencukupi, penataan estetika dan keamanan sekolah masih terhambat kondisi alam.
“Kami masih terkendala dengan gunung yang ada di samping kiri kalau kita masuk ke SMPN 3 itu. Itu harus dimatangkan dulu atau diturunkan (dipangkas),” ujar Mardiatul Idalisah, Sabtu (14/2/2026).
Ia mengakui, tanpa meratakan gundukan tanah raksasa tersebut, pihak dinas tidak bisa membangun pagar maupun menata halaman sekolah dengan maksimal. “Ini akan menjadi catatan kami untuk prioritas tahun 2027,” tegasnya.
Tak hanya soal Gunung Tabur, Mardiatul juga membawa kabar gembira bagi warga Kampung Sambakungan dan Sampurakat. Di Sambakungan, konflik lama terkait pengantaran siswa kini berakhir dengan berdirinya SMPN 2 Gunung Tabur kelas filial.
“Filialnya tahun 2025 dan langsung dibangunkan fisiknya tahun 2025 juga. Insya Allah bulan April ini mebeler (meja-kursi) sudah lengkap, jadi tahun ajaran baru sudah bisa dipakai dengan nyaman,” jelas Mardiatul.
Sementara itu, untuk Kampung Sampurakat, pemerintah tengah berupaya menambah ruang kelas baru. Karena keterbatasan lahan di SDN 001 Sampurakat, Mardiatul berencana melakukan komunikasi dengan masyarakat dan pihak terkait untuk pengembangan lahan agar sekolah tidak terasa sempit.
Menutup keterangannya, Mardiatul menegaskan komitmennya untuk menuntaskan masalah infrastruktur di wilayah langganan banjir seperti Kampung Maluang.
“Tahun ini kami fokus penuntasan di SDN 002 Maluang yang dulunya sering banjir, sekarang sudah bagus. Tahun depan kita geser prioritas ke SDN 001 Maluang,” sebutnya,
Langkah Disdik Berau ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas belajar mengajar di wilayah pesisir dan pedalaman. “Langkah ini juga agar tak ada lagi siswa yang terhambat fasilitas saat menuntut ilmu,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






