Persoalan Banjir Jadi PR Besar, Drainase Tanjung Redeb Terus Dibenahi

BANJIR: Kondisi banjir yang menggenangi Jalan Gatot Subroto sekitar wilayah menuju Kantor DPRD Kabupaten Berau beberapa hari lalu. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU– Upaya pengendalian banjir di sejumlah titik di Tanjung Redeb terus dilakukan. Namun, risiko genangan air disebut tidak bisa ditekan hingga nol persen.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) PUPR Berau, Hendra Pranata. Hendra menjelaskan, fungsi utama drainase adalah mengurangi risiko banjir, bukan menghilangkannya sepenuhnya.

Bahkan sebelum kawasan berkembang menjadi permukiman, genangan tetap terjadi saat hujan deras. “Yang kita upayakan itu menurunkan tinggi air dan memperpendek durasi genangan,” ujarnya Sabtu (14/2/2026).

Baca Juga :  DPRD Berau Desak Pemkab Seriusi Penanganan Abrasi di Kampung Long Lanuk

Ia mengungkapkan, wilayah Kedaung hingga Berungun menjadi perhatian karena merupakan catchment area terluas di Tanjung Redeb, mencapai sekitar 660 hektare.

Dalam beberapa tahun terakhir, sekitar 60 persen lahan di kawasan tersebut telah terbuka sehingga daya serap air menurun dan memicu lonjakan debit air.

Baca Juga :  Ketua DPRD Berau Desak Transparansi Dana CSR Perusahaan

PUPR Berau, lanjut Hendra, telah melakukan penanganan drainase secara besar-besaran, mulai dari pembangunan saluran di Jalan Kedaung, subdrainase di belakang kawasan, hingga pemasangan gorong-gorong di Jalan Muslimin. Upaya itu difokuskan untuk menekan tinggi dan lamanya genangan.

Meski demikian, pekerjaan rumah masih tersisa, khususnya pada jalur dari Jalan Berungun menuju sungai besar yang dinilai masih minim penanganan. Di lokasi tersebut juga ditemukan penyempitan saluran dan aliran yang terhambat menuju sungai.

Baca Juga :  DPRD Usulkan Berau Jadi Daerah Istimewa ke Pemerintah Pusat

Hendra menambahkan, pihaknya berharap penanganan lanjutan dapat diakomodasi melalui anggaran perubahan.

Termasuk rencana optimalisasi jalur sungai di sekitar kawasan banjir depan DPRD, dengan membersihkan parit kecil yang tersumbat agar aliran air dari Jalan Gatot Subroto dapat mengalir lancar ke sungai. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *