benuakaltim.co.id, BERAU – Pembangunan Puskesmas baru yang digadang-gadang menjadi fasilitas kesehatan andalan di wilayah Tanjung Batu dan Kampung Kasai, sempat memicu perbincangan hangat di masyarakat.
Muncul kabar mengenai tarik ulur lokasi dan administrasi antar wilayah yang sempat menghambat proses operasional.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Berau, Lamlay Sarie akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Ia membenarkan sebelumnya terdapat dinamika antara pihak Kampung Kasai dan Tanjung Batu terkait penempatan puskesmas tersebut.
“Memang itu usulan awal dari UPTD Puskesmas Tanjung Batu, tapi secara wilayah memang lebih dekat ke Tanjung Batu dan mayoritas penduduk di sana yang lebih banyak menggunakan fasilitas tersebut,” ujar Lamlay Sarie, Sabtu (14/2/2026)
Lamlay tidak menampik, sempat ada hal yang perlu diklarifikasi dan disepakati bersama agar tidak terjadi konflik kepentingan di kemudian hari. Ia menekankan pentingnya kesepakatan antara kedua belah kampung sebelum melangkah lebih jauh.
“Kami sebenarnya menunggu kesepakatan dulu antara pihak Batu-Batu dan Kasai, karena sempat masuk wilayah Kampung Kasai. Ada sedikit yang memang harus diselesaikan,” tambahnya.
Namun, bagi masyarakat yang khawatir, Lamlay membawa kabar baik. Ia memastikan, semua kendala administrasi dan koordinasi antarwilayah tersebut kini telah mencapai titik temu alias clear.
Setelah urusan lahan dan wilayah selesai, fokus Dinas Kesehatan kini beralih pada pemenuhan fasilitas pendukung.Mengingat fisik bangunan sudah rampung sejak tahun lalu, tahun ini akan menjadi tahun pembuktian untuk pengoperasiannya.
“Karena sudah clear antara pihak Kampung Kasai dan Batu-Batu, puskesmas kami tinggal menindaklanjuti saja. Pembangunannya kan sudah tahun lalu, jadi insyaallah tahun ini akan kami kawal untuk kelengkapan isinya,” tegas Lamlay
Dengan selesainya kesepakatan ini, kata dia, warga di perbatasan Kasai dan Tanjung Batu diharapkan dapat segera menikmati layanan kesehatan yang lebih dekat dan representatif tanpa harus menempuh jarak jauh lagi. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






