“Kita sesama umat beragama saling toleransi, sehingga kegiatan diatur agar tidak mengganggu umat yang menjalankan puasa,” kata Pengurus Kelenteng Thien Ie Kong, Hansen di Samarinda, Senin.
Menurut dia, pengalihan waktu pertunjukan ini diambil karena perayaan Imlek tahun ini bertepatan dengan momen bulan suci Ramadhan yang diperkirakan jatuh mulai 18 Februari mendatang.
Atraksi barongsai yang biasanya digelar meriah pada malam hari di halaman belakang kelenteng kini dialihkan pelaksanaannya hingga menjelang waktu berbuka puasa atau Maghrib.
Pihak pengurus kelenteng saat ini masih terus berkoordinasi dengan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI) terkait teknis detail pelaksanaan pertunjukan tersebut agar tetap berjalan khidmat.
Terkait persiapan fisik kelenteng tertua di Kalimantan Timur yang kini telah menginjak usia 121 tahun tersebut, bangunan ikonik di sudut Jalan Yos Sudarso ini tampak bersolek dengan hio untuk menyambut ribuan umat.
“Persiapan pembersihan dan pengecatan ulang bangunan sebenarnya telah digenjot pengurus sejak 5 Januari 2026 lalu demi kenyamanan pengunjung,” katanya.
Hansen merinci proses pembersihan patung 11 dewa-dewi berikut penggantian baju kebesarannya telah tuntas dilaksanakan pada 25 Januari 2026.
Dekorasi ruangan juga dipercantik dengan kehadiran Pohon Sakura imitasi dan pemasangan sekitar 200 lampion atau tenglong yang bergantung rapi.
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang jatuh pada 17 Februari 2026 ini menandai dimulainya Shio Kuda Api yang melambangkan gerak dinamis serta pembaruan zaman.
Ornamen khusus bershio kuda juga telah ditambahkan di aula utama untuk memperkuat simbol harapan bagi mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
Pengelola memprediksi kunjungan umat ke rumah ibadah ini akan melonjak drastis hingga mencapai 6.000 orang selama periode perayaan berlangsung.
Para pengunjung tersebut tidak hanya datang dari Kota Samarinda, namun juga berasal dari Balikpapan dan berbagai daerah lain di sekitarnya.
Jadwal persembahyangan utama dimulai pada 16 Februari pukul 20.00 hingga 24.00 WITA dan berlanjut pada 17 Februari mulai pukul 07.00 WITA hingga selesai.
“Masyarakat umum dipersilakan datang berkunjung untuk melihat suasana budaya maupun berswafoto guna memeriahkan perayaan ini,” ucap Hansen.
Sumber : Antara






