“Pasang laut bisa menghambat berbagai aktivitas ekonomi maupun sosial masyarakat, sehingga antisipasi dampak merupakan hal penting,” kata Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita Sibarani di Balikpapan, Selasa.
Pasang laut juga bisa mengganggu aktivitas bongkar muat di pelabuhan, bisa naik ke kawasan permukiman warga atau memicu banjir rob, bisa juga membahayakan anak-anak yang bermain di pantai.
Bahkan pasang laut juga bisa menyebabkan tambak ikan maupun tambak garam terendam air laut, terlebih jika disertai dengan ombak, maka dikhawatirkan peralatan di kawasan tambak menjadi rusak, sehingga dengan adanya peringatan dini ini diharapkan bisa dilakukan antisipasi.
Olin, sapaan akrabnya melanjutkan, kawasan yang akan mengalami pasang laut tersebut seperti di perairan Balikpapan dengan prakiraan pasang tertinggi pada 19 Februari 2,9 meter pada pukul 20.00 Wita. Surut terendah 0,2 meter pada 20 Februari pukul 14.00 Wita.
Sementara itu, di perairan Balikpapan setidaknya terdapat lima kawasan yang terpengaruh langsung oleh pasang surut seperti Samboja dan Samboja Barat (Kabupaten Kutai Kartanegara), Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Paser.
Di lima kawasan pesisir ini masih banyak tambak aktif, sehingga ketika terjadi pasang laut dikhawatirkan budi daya dalam tambak warga seperti udang, ikan, maupun kepiting, bisa hilang terdampak arus laut.
Peringatan dini juga ditujukan bagi warga di sejumlah kawasan pesisir lain, seperti di Teluk Sangkulirang dengan prakiraan pasang tertinggi tanggal 18 Februari setinggi 2,8 meter pada pukul 19.00 Wita, surut terendah 0,1 meter pada 20 Februari pukul 13.00 Wita.
Kemudian di muara Sungai Mahakam (Pulau Nubi), Kabupaten Kutai Kartanegara, pasang tertinggi diperkirakan terjadi pada 18 Februari dengan ketinggian 2,8 meter pukul 19.00 Wita, surut terendah setinggi 0,2 meter pada 20 Februari pada 02.00 Wita.
Sama dengan di perairan Balikpapan, kawasan Pulau Nubi dan sekitarnya, terutama di Muara Pantauan, banyak tambak udang dan kepiting milik warga yang aktif, sehingga dengan adanya peringatan dini BMKG ini diharapkan warga melakukan kesiapsiagaan dan pengamanan agar petambak tidak merugi.
“Berikutnya adalah pasang laut di muara Sungai Berau, Kabupaten Berau, prakiraan pasang tertinggi tanggal 20 Februari dengan ketinggian 2,7 meter pada pukul 10.00 Wita, surut terendah 0,1 meter pada 19 dan 20 Februari pada pukul 16.00 Wita,” kata Olin.
Sumber : Antara






