benuakaltim.co.id, BERAU – Pemerintah Kampung Maluang tengah tancap gas mengejar ketertinggalan infrastruktur.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 50 usulan pembangunan telah digodok dalam rapat kampung terbaru demi meningkatkan kesejahteraan warga dan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Kepala Kampung Maluang, Usnadi mengungkapkan, dari puluhan usulan tersebut, ada tiga poin utama untuk segera direalisasikan.
“Prioritas pertama yang mendesak adalah pembangunan turap di pinggir sungai,” ungkapnya, Rabu (18/2/2026).
Selain untuk mengamankan lingkungan dari abrasi, kata dia, turap ini diproyeksikan menjadi kawasan estetika baru yang mampu menghidupkan ekonomi kreatif melalui ruang terbuka UMKM dan kegiatan budaya seperti lomba perahu tradisional.
“Namun, yang paling menyita perhatian adalah kondisi keamanan di sektor pendidikan,” bebernya.
Kata dia, pihak sekolah, khususnya SDN 001 Maluang dan SMPN 3 Gunung Tabur, mengeluhkan kondisi sekolah yang tanpa pagar.
“Pagar itu pengaman sekolah. Tanpa itu, sekolah sangat tidak aman. Bisa saja orang asing masuk saat malam hari, atau anak-anak keluar sekolah saat jam pelajaran karena aksesnya terbuka lebar,” ujarnya.
Tak hanya soal pagar, SMPN 3 juga dihantui ancaman tanah longsor. Adanya gunung tinggi di belakang sekolah yang belum ditangani membuat pihak sekolah khawatir keselamatan siswa terancam saat musim hujan tiba.
“Sementara itu, SDN 001 Maluang berteriak soal kurangnya fasilitas belajar,” bebernya.
Menurutnya mereka mengajukan pembangunan 8 lokal Ruang Kelas Baru (RKB) karena jumlah murid yang terus membludak setiap tahunnya. “Kami butuh lokal baru agar proses belajar mengajar nyaman dan bisa menghasilkan kualitas pendidikan yang bermutu,” imbuhnya.
Usnadi menyebutkan ada tiga prioritas utama Kampung Maluang yaitu infrastruktur Sungai seperti pembangunan turap untuk pengamanan lingkungan dan pusat ekonomi UMKM.
“Rehabilitasi sekolah seperti pembangunan pagar, semenisasi lapangan, dan penanganan ancaman longsor di SMPN 3. Serta ekspansi fasilitas pembangunan 8 lokal RKB di SDN 001 dan perbaikan utilitas pendukung (mushola, WC, dan aula),” imbuhnya.
Kendati demikian Kepala Kampung Maluang optimis, dengan sinergi antara pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kampung Maluang dapat bertransformasi menjadi kampung yang layak huni sekaligus menekan angka stunting melalui perbaikan sanitasi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






