benuakaltim.co.id, BERAU– Kondisi pelayanan kesehatan di Kampung Long Lanuk, Kecamatan Sambaliung, kini berada di titik kritis.
Di tengah ancaman banjir yang kerap melanda, fasilitas Pusat Pembantu (Pustu) di wilayah RT 45 Nyapa Indah dilaporkan sudah tidak layak huni dan sangat mendesak untuk direnovasi total.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kampung Long Lanuk, Samuel dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun anggaran 2026. Ia menekankan, pembangunan Pustu baru menjadi prioritas utama demi menjamin keselamatan dan kenyamanan warga saat berobat.
Kepala Kampung mengungkapkan, lokasi Pustu saat ini sangat rentan terdampak banjir, sehingga mengganggu akses pelayanan medis bagi masyarakat.
“Khususnya di RT 45 Nyapa Indah, kami mengusulkan pembangunan Pustu. Kondisinya saat ini sudah tidak layak untuk pelayanan kesehatan, apalagi sekarang sedang musim banjir,” ujar Kepala Kampung Long Lanuk.
Selain masalah kesehatan, Kepala Kampung juga memaparkan evaluasi progres pembangunan tahun 2025. Beberapa poin penting yang menjadi sorotan antara lain lanjutan pengaspalan jalan Kampung Long Lanuk menuju Tumbit Dayak menjadi prioritas karena kondisi jalan yang sangat licin saat hujan.
“Pembangunan ruang kelas baru di SD 01 Long Lanuk telah terakomodir, namun belum adanya pemasangan keramik yang berpotensi menimbulkan debu dan kerusakan bangunan,” bebernya.
Dirinya juga mengapresiasi telah diberikan bantuan alat pengolahan cokelat dari Dinas Provinsi serta pemasangan lima titik lampu penerangan jalan kampung.
Dalam Musrenbang kali ini, Kampung Long Lanuk total mengajukan sekitar 39 usulan pembangunan. Infrastruktur jalan dan fasilitas kesehatan adalah dua hal yang tidak bisa ditawar lagi.
“Meski bukan di wilayah kami secara administratif, akses jalan Tumbit Dayak adalah urat nadi warga kami sehari-hari. Kami berharap pemerintah daerah memberikan perhatian serius pada usulan-usulan ini,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






