Buaya Muara Hantui Pulau Besing, Warga Desak Pemkab Berau Lakukan Penangkaran

Ilustrasi. (INTERNET)

benuakaltim.co.id, BERAU– Keheningan Kampung Pulau Besing belakangan ini terusik oleh kehadiran tamu tak diundang.

Bukan sekadar gangguan biasa, populasi buaya muara yang kian meningkat kini menjadi ancaman nyata bagi keselamatan warga, terutama mereka yang menggantungkan hidup di sungai dan laut.

Kepala Kampung Pulau Besing, Supandi Paridana mengungkapkan, konflik antara manusia dan predator air ini sudah mencapai tahap yang mengkhawatirkan. Nelayan setempat kerap melaporkan perahu dan ketinting (perahu motor kecil) mereka diserang oleh buaya saat sedang melaut.

Baca Juga :  Pembangunan Ruang Kelas Baru di SDN 001 Long Lanuk Dipastikan Rampung pada 2026

“Nelayan kami sebagian besar berusaha di laut dan sungai. Sekarang ini makin marak buaya air laut, sudah mulai ramai. Perahu ketinting warga sering diganggu,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia berharap pemerintah melalui instansi terkait segera turun tangan memberikan solusi konkret. Salah satunya dengan mewujudkan fasilitas penangkaran bagi buaya-buaya berukuran besar agar tidak lagi membahayakan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain masalah keamanan dari predator, infrastruktur dasar di Pulau Besing ternyata masih menyimpan sederet persoalan pelik. Akses utama warga berupa jembatan gantung kini dalam kondisi yang butuh perhatian serius.

Baca Juga :  Kampung Maluang Ajukan 50 Usulan Pembangunan, Turap dan Pagar Sekolah Jadi Prioritas

Meskipun Pemerintah Daerah telah melakukan pemeliharaan rutin seperti pengecatan dan pengecekan kabel sling. Menurutnya, bagian turunan jembatan yang masih beralaskan besi dianggap sangat mendesak untuk ditingkatkan melalui pengecoran permanen.

“Hal ini vital karena jembatan tersebut merupakan urat nadi aktivitas sehari-hari warga,” imbuhnya.

Beberapa poin krusial yang diusulkan oleh Kepala Kampung tersebut kepada Bupati antara lain peningkatan pengecoran Jembatan Gantung.

“Ini mengubah struktur turunan jembatan dari besi menjadi cor permanen demi keamanan. Lalu perluasan jaringan listrik bertegangan rendah untuk menjangkau pemukiman warga di jalur kedua yang kini mulai padat,” tegasnya.

Baca Juga :  Sambut Ramadan, Ratusan Warga Berau Pilih Gowes Malam 

Tak hanya itu, ada pembangunan turap pinggir sungai juga untuk mengatasi dampak abrasi sungai yang mulai mengancam rumah warga dan mendukung pengembangan sektor pariwisata kampung.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak PLN untuk tindak lanjut jaringan listrik ini. Harapan kami, semua usulan ini bisa segera terealisasi demi kesejahteraan dan keamanan warga Pulau Besing,” tutupnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *