Samarinda – PT Pelindo Jasa Maritim (SPJM) meningkatkan kesiapan operasional dan teknologi pendukung untuk menyukseskan pemberlakuan penggolongan kapal 24 jam di perairan Sungai Mahakam guna menjamin kelancaran arus barang di awal bulan suci Ramadhan.
“Dari hasil koordinasi KSOP Kelas I Samarinda, kami memberlakukan kegiatan penggolongan 24 jam sebagai alternatif solusi untuk kelancaran kegiatan dan juga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Direktur Operasi dan Teknik SPJM Edward Napitupulu di Samarinda, Rabu.
Edward menilai perihal ini sangat krusial untuk menjaga keselamatan pelayaran sekaligus mengurai kepadatan kapal yang kerap terjadi di jalur vital tersebut.
Langkah ini dinilai tepat momentumnya mengingat kebutuhan distribusi logistik dan bahan pokok masyarakat cenderung meningkat pesat saat memasuki bulan puasa hingga Lebaran nanti.
Edward menekankan bahwa upaya berkelanjutan ini membutuhkan dukungan aktif seluruh pihak agar pengguna jasa bisa mendapatkan pelayanan yang lebih cepat, aman, dan efisien.
“Penerapan layanan 24 jam ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam menjaga stabilitas rantai pasok melalui jalur sungai tersibuk di Kalimantan Timur tersebut,” kata dia.
Senior Manager Wilayah 4 SPJM Al Abrar menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan persiapan operasional menyeluruh yang mencakup wilayah Martadipura, Tenggarong, Mahulu, Mahakam, dan Mahkota.
“Perubahan pola penggolongan kapal yang baru akan mencakup jadwal dua kali golongan naik dan dua kali golongan turun, berbeda dari pola lama yang terbatas pada pagi hari,” ujarnya.
Guna mendukung frekuensi lalu lintas yang lebih tinggi tersebut, SPJM menambah jumlah pandu sebanyak 10 orang sehingga total personel menjadi 42 orang dengan keahlian bersertifikasi.
Selain penguatan sumber daya manusia, satu unit kapal tunda escort tambahan juga disiapkan di wilayah Mahulu untuk melengkapi tiga unit kapal tunda assist yang sudah beroperasi sebelumnya.
Dukungan teknologi diperkuat melalui penyiapan planning and control room (PnC) terintegrasi serta peningkatan kapasitas Automatic Identification System (AIS) untuk pemantauan layanan secara real-time.
Sumber ; Antara






