PJU Jembatan Mahulu Belum Terpasang, Pemprov Kaltim Tunggu Kesiapan Anggaran

Jembatan Mahulu di Kota Samarinda. (FOTO: Aditya Setiawan/Benua Kaltim)

benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Rencana pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jembatan Mahakam Ulu hingga kini belum terealisasi. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyebut proyek tersebut masih berproses di internal Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sembari menunggu kepastian ketersediaan anggaran.

Jembatan yang menghubungkan Samarinda Seberang dengan pusat Kota Samarinda itu menjadi salah satu jalur vital mobilitas warga. Setiap hari ribuan kendaraan melintas, menjadikannya urat nadi aktivitas ekonomi dan pergerakan masyarakat.

Namun, minimnya penerangan pada malam hari memicu kekhawatiran pengguna jalan. Kondisi gelap dinilai berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan serta mengurangi rasa aman, terutama pada jam-jam sibuk.

Baca Juga :  BI Kaltim Siapkan Rp4,39 Triliun Hadapi Ramadan dan Idulfitri 2026

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, memastikan pemasangan PJU sudah masuk agenda kerja pemerintah daerah. Meski demikian, realisasinya tetap harus melalui tahapan perencanaan dan mekanisme penganggaran. “Penerangan masih dalam proses di Dinas PUPR. Mudah-mudahan tahun ini bisa selesai,” ujarnya.

Ia mengakui, kondisi penerangan yang belum optimal dapat berdampak pada keselamatan lalu lintas. Menurutnya, penerangan yang memadai merupakan bagian penting dalam mendukung keamanan pengguna jalan.

Sorotan publik terhadap aspek keselamatan di kawasan jembatan juga menguat setelah insiden tongkang yang sempat menabrak bagian jembatan beberapa waktu lalu. Walau tidak berkaitan langsung dengan penerangan, masyarakat menilai penguatan sistem keselamatan perlu dilakukan secara komprehensif.

Baca Juga :  Pemprov Kaltim Genjot PAD, Ribuan Sumur Minyak Tua Siap Direaktivasi

“Koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar penerangan bisa segera terpasang dan berdampak langsung terhadap keamanan lalu lintas,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menjelaskan prioritas anggaran saat ini masih difokuskan pada pemasangan kamera pengawas atau CCTV di kawasan jembatan. “CCTV yang masih kita targetkan pemasangan di Jembatan Mahulu,” katanya.

Ia menyebut keterbatasan fiskal menjadi tantangan utama dalam merealisasikan proyek PJU. Pengadaan infrastruktur penerangan membutuhkan biaya signifikan, mulai dari tiang lampu, instalasi jaringan kabel, hingga sistem distribusi listrik.

Baca Juga :  Pajak Digital Kalimantan Tembus 95 Persen, Kaltim Dorong Replikasi Model Balikpapan

“Kita coba hitung kesiapan anggaran. Kalau mencukupi, kita adakan PJU sesuai perencanaan,” ujarnya.

Pemprov Kaltim menargetkan proyek tersebut tetap diupayakan terealisasi pada tahun berjalan. Namun jika kondisi anggaran belum memungkinkan, pemasangan PJU berpotensi masuk dalam prioritas tahun berikutnya.

Bagi masyarakat, kehadiran PJU di Jembatan Mahulu dinilai mendesak. Selain menunjang keselamatan lalu lintas, penerangan yang memadai juga menjadi bagian dari mitigasi risiko serta upaya pencegahan potensi tindak kriminalitas di ruang publik. (*)

Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *