benuakaltim.co.id, BERAU – Lonjakan kunjungan wisatawan ke Pulau Derawan membawa dampak serius terhadap lingkungan.
Di puncak musim liburan, aktivitas pariwisata di pulau tersebut tercatat menghasilkan hingga 46.105,1 kilogram sampah non-rumah tangga per hari, termasuk dari hotel dan penginapan.
Kondisi ini mendorong solusi kolaboratif melalui pembangunan TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) yang diberi nama RUPIAH atau Rumah Pilah Sampah.
TPS3R RUPIAH dibangun atas kerja sama WWF-Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Berau sebagai upaya konkret menekan timbulan sampah, khususnya plastik, yang berpotensi mencemari laut.
Direktur Program Kelautan dan Perikanan Yayasan WWF Indonesia, Candhika Yusuf, menjelaskan pembangunan fasilitas ini merupakan hasil kolaborasi WWF-Indonesia, WWF-Netherlands, serta mitra korporasi seperti Epson South East Asia dan Hilton Global Foundation.
“Inisiatif pembangunan TPS3R ini untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Pulau Derawan. Kami berharap ‘RUPIAH’ menjadi contoh dan tempat belajar bagi daerah lain, khususnya pulau-pulau kecil,” ujarnya, Kamis (19/2/2026).
Pembangunan TPS3R, kata dia, dimulai sejak September 2025 dan kini telah rampung serta siap diresmikan dan dioperasikan. “Fasilitas tersebut dilengkapi kantor operasional, gudang penyimpanan alat, ruang pengelolaan sampah, serta peralatan penunjang yang memungkinkan operasional berjalan segera,” katanya.
Ketua Tim Pengelola TPS3R, Heryuni mengaku optimistis fasilitas ini mampu menjadi solusi atas persoalan sampah yang selama ini kerap memuncak saat musim wisata.
“Kami senang sekali dengan adanya TPS3R ini. Selama ini sampah sering jadi masalah, apalagi saat ramai wisatawan. Kami siap mengelola sampah agar Pulau Derawan tetap bersih,” tuturnya.
Selain itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, juga mengapresiasi terwujudnya TPS3R tersebut. Menurutnya, fasilitas ini menjadi langkah penting menjaga kebersihan dan keberlanjutan Derawan sebagai destinasi wisata unggulan.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan berkelanjutan. Semoga TPS3R RUPIAH ini juga bernilai ekonomi dan menjadi rezeki bagi masyarakat serta dapat menjadi contoh bagi wilayah lain,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, menyatakan kesiapan pemerintah kampung dalam mendukung operasional TPS3R.
“Pembangunan TPS3R sudah selesai dan akan segera diresmikan serta dioperasikan. Kami bangga terhadap masyarakat dan para pihak yang terlibat dalam pembangunan dan pengelolaan fasilitas ini,” ucapnya.
Sebagai informasi, TPS3R RUPIAH dikelola oleh 10 anggota tim yang telah mendapatkan pelatihan dasar mengenai jenis dan pemilahan sampah, keselamatan kerja, hingga alur pengangkutan.
Struktur tim terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, serta koordinator bidang pengangkutan, pemilahan dan pengepakan, serta pengelolaan organik. Aturan kerja pun telah disepakati melalui forum diskusi kelompok (FGD).
Selain itu, kata dia terdapat 10 local champion dari tiap RT yang bertugas menjadi teladan dalam pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. “Mereka membantu memastikan sampah sudah terpisah sebelum diangkut petugas kebersihan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






