Pemkab Berau Buka Peluang Industri Kampung lewat Pelatihan Tenun dan Batik

PELATIHAN: Pelatihan Batik di Kampung Sei Bebanir Bangun, Kecamatan Sambaliung. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU– Tahun ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) menyiapkan strategi penguatan ekonomi berbasis industri kreatif kampung pada 2026, dengan menjadikan sektor tenun dan batik sebagai salah satu motor pertumbuhan usaha mikro dan kecil.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita mengungkapkan, telah menjadwalkan pelatihan tenun di Kampung Sukan. Pihaknya memfokuskan dengan memperkuat produk tenun dan batik yang di produksi di kampung.

Baca Juga :  Kerap Dilanda Banjir, Kepala Kampung Long Lanuk Minta Fasilitas Pustu Baru

“Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru yang berorientasi pasar,” kata Eva, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, untuk pesertanya, bisa berasal dari kampung lainnya, tidak harus dari satu kampung saja. Selain itu, Diskoperindag Berau juga menyiapkan pelatihan membatik sebagai langkah memperluas basis industri kecil dan menengah di wilayah kampung.

Baca Juga :  10 Tahun Tak Beroperasi, Kepala Kampung Desak Pemkab Beri Solusi terhadap Dermaga Gurimbang

Menurutnya, produk tenun dan batik memiliki nilai tambah ekonomi karena memadukan unsur budaya dan potensi komersial yang dapat dikembangkan menjadi produk unggulan daerah.

“Tetapi, realisasi program ini sangat bergantung pada inisiatif pemerintah kampung,” ujarnya.

Pihaknya pun meminta kampung yang memiliki potensi industri tenun atau batik untuk mengajukan surat permohonan resmi sebagai dasar perencanaan kegiatan.

Baca Juga :  Anggaran 2026 Diprediksi Menyusut, DPRD Berau Ingatkan Kampung Optimalkan Potensi Wisata dan Perkebunan

“Kami meminta kepada kampung-kampung yang memiliki potensi industri tenun atau batik agar dapat bersurat apabila ingin adanya pelatihan,” tegasnya.

Pengajuan ini akan menjadi dasar Diskoperindag untuk mengusulkan program ke Bapelitbang agar masuk dalam perencanaan anggaran daerah 2026.

“Kami berharap, program ini menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi kampung sekaligus memperkuat identitas produk lokal Berau,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *