10 Tahun Tak Beroperasi, Kepala Kampung Desak Pemkab Beri Solusi terhadap Dermaga Gurimbang

Ilustrasi. (INTERNET)

benuakaltim.co.id, BERAU– Kondisi infrastruktur di Kampung Gurimbang, Kecamatan Sambaliung, Kabupaten Berau, benar-benar memprihatinkan.

Dalam forum Musrenbang yang digelar baru-baru ini, Kepala Kampung Gurimbang, Yuliansyah, meluapkan keluh kesahnya terkait fasilitas umum yang terbengkalai selama satu dekade.

Persoalan utama yang menjadi sorotan adalah dermaga kampung yang kondisinya kini rusak parah dan sama sekali tidak bisa difungsikan.

Tak tanggung-tanggung, kondisi mati suri ini ternyata sudah berlangsung selama 10 tahun. Menurut Yuliansyah, keberadaan dermaga tersebut sangat krusial bagi kehidupan ekonomi warga.

Baca Juga :  TPS 3R Kolaborasi WWF dan Pemkab Berau Jawab Permasalahan Sampah di Pulau Derawan

Dermaga itu seharusnya menjadi titik vital untuk bongkar muat barang yang masuk dan keluar dari kampung.

“Dermaga ini sangat penting bagi kampung kami sebagai tempat bongkar muat barang. Jika berfungsi, ini bisa meningkatkan pendapatan atau penghasilan di kampung kami,” ujar Yuliansyah.

Selain dermaga, Yuliansyah juga menyoroti kondisi Jalan Rinjang di RT 03 yang saat ini rusak parah. Padahal, jalan tersebut merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan tiga kampung sekaligus, yakni Kampung Gurimbang, Kampung Tanjung Perangat, Kampung Sukan.

Baca Juga :  Buaya Muara Hantui Pulau Besing, Warga Desak Pemkab Berau Lakukan Penangkaran

Meskipun saat ini sudah ada pengerjaan pembangunan turap dan u-gutter di sisi jalan, Yuliansyah mendesak agar pemerintah daerah segera melakukan peningkatan badan jalan pada tahun ini agar akses antar-kampung kembali lancar.

“Kami berharap tahun ini peningkatan jalan poros Kampung Gurimbang di RT 03 bisa terealisasi, sehingga tiga kampung ini bisa menjadi kampung yang maju,” tegasnya.

Baca Juga :  Sambut Ramadan, Ratusan Warga Berau Pilih Gowes Malam 

Yuliansyah mengaku sedikit bernapas lega karena sudah ada sinyal positif dari pemerintah daerah dengan dimulainya beberapa pengerjaan fisik di lapangan.

“Namun, penyelesaian dermaga dan jalan poros tetap menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda lagi demi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *