Gawat! Jalan Poros di Berau Makin Amblas, DPUPR Singgung Anggaran Rp 5 Miliar

RUSAK: Kondisi jalan yang menghubungkan tiga kampung yaitu Kampung Bena Baru, Kampung Inaran, dan Kampung Pegat Bukur tampak habis penimbunan pasir beberapa kali karena akibat longsoran. (Foto: GEORGIE/BENUAKALTIM.CO.ID)

benuakaltim.co.id, BERAU – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten Berau, khususnya pada titik yang mengalami kerusakan parah akibat pergeseran tanah, kini menjadi sorotan tajam.

Meski perencanaan perbaikan sudah dikantongi, namun kenyataan pahit harus diterima warga sebab alokasi anggaran fisik belum tersedia di tahun anggaran murni 2026 ini.

Kepala Bidang (Kabid) Jembatan dan Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau, Junaidi, mengungkapkan pihaknya terus memantau kondisi lapangan yang kian mengkhawatirkan.

Junaidi menjelaskan kerusakan jalan tersebut bukan sekadar lubang biasa, melainkan akibat fenomena teknis pergeseran tanah ke arah samping yang membuat badan jalan membentuk cekungan yang terus bertambah dalam.

Baca Juga :  Kepala Kampung Sukan Tengah 'Curhat', Ada Apa dengan Proyek 2025?

“Posisinya agak panjang dan pergeseran tanahnya itu ke samping. Jadi cekungan itu nambah terus. Saya khawatir kalau (jembatan) Bailey kita pasang, ada penurunan mendadak, itu berbahaya,” ujar Junaidi saat memberikan keterangan, Sabtu (21/2/2026).

Menurutnya, pemasangan jembatan darurat atau Bailey memerlukan tumpuan yang stabil, sementara kondisi tanah di lokasi saat ini masih sangat labil atau “bergerak”.

Untuk mengatasi masalah ini secara tuntas, DPUPR Berau sebenarnya sudah merancang solusi permanen berupa teknis betonnisasi dengan sistem pancang hingga ke titik tanah keras, serta pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) sepanjang kurang lebih 75 meter.

Baca Juga :  Tak Andalkan Zoom, Pemkab Berau Turun Langsung Serap Aspirasi Kampung

Namun, solusi tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Junaidi menaksir kebutuhan anggaran mencapai miliaran rupiah agar jalan tidak lagi amblas. “Kalau untuk kondisi di sana sekitar Rp 5 miliar. Itu untuk buat dinding penahan di samping baru ditimbun, supaya tanah tidak bergeser lagi,” tegasnya.

Sehingga kata dia langkah darurat alat berat dikerahkan meski anggaran permanen belum cair di tahun 2026.

Baca Juga :  Anggaran 2026 Diprediksi Menyusut, DPRD Berau Ingatkan Kampung Optimalkan Potensi Wisata dan Perkebunan

Junaidi menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam. Sebagai langkah jangka pendek, pihak DPUPR akan kembali menurunkan alat berat untuk melakukan penanganan darurat agar akses tidak terputus total.

“Kalau memang riskan betul, nanti kami turunkan alat berat lagi untuk penimbunan dan peninggian. Tetap akan kami upayakan penanganan supaya tidak bertambah parah,” tegasnya.

Menurutnya, DPUPR Berau berencana kembali mengusulkan anggaran perbaikan menyeluruh ini dalam Rencana Kerja (Renja) mendatang agar bisa segera direalisasikan demi keselamatan pengguna jalan. (*)

Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *