Kepala Kampung Sukan Tengah ‘Curhat’, Ada Apa dengan Proyek 2025?

Kepala Kampung Sukan Tengah, Bunyamin. (SUMBER FOTO: INSTAGRAM PROKOPIM PEMKAB BERAU)

benuakaltim.co.id, BERAU – Suasana pertemuan koordinasi pembangunan mendadak riuh saat Kepala Kampung Sukan Tengah Bunyamin menyampaikan aspirasi yang cukup menohok.

Bukan tanpa alasan, sang kepala kampung Bunyamin mengaku “sakit hati” dengan pola koordinasi sejumlah pihak terkait proyek pembangunan di wilayahnya.

Sindiran keras untuk Konsultan dan OPD kata dia “Jangan Datang Tiba-tiba!”
Kepala Kampung Sukan Tengah Bunyamin secara blak-blakan menyentil oknum konsultan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang seringkali nyelonong masuk ke kampung tanpa koordinasi.

“Bukan kita ingin dihormati, tapi kalau ada masalah, ujung-ujungnya ke Kepala Kampung. Kami sakit hati kalau tidak dianggap, apalagi saat masyarakat bertanya, kami tidak bisa jawab,” tegasnya dengan nada getir.

Baca Juga :  Anggaran 2026 Diprediksi Menyusut, DPRD Berau Ingatkan Kampung Optimalkan Potensi Wisata dan Perkebunan

Ia berharap ke depan, sinergi antara pelaksana proyek dan pemerintah kampung bisa diperbaiki agar tidak ada lagi pihak yang merasa dilangkahi.

Masalah infrastruktur jalan menjadi tuntutan paling krusial.

Ia mendesak pemerintah untuk memprioritaskan perbaikan jalan poros, jalan pemukiman, hingga jalan tani.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini disebut sangat menyiksa warga, terutama anak sekolah.

“Anak sekolah kami tiap pagi menderita, Pak. Ada yang jatuh, kena lumpur, hingga berdebu. Ini sudah mau setahun kami tahan keluhan masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Buaya Muara Hantui Pulau Besing, Warga Desak Pemkab Berau Lakukan Penangkaran

Ia juga menyoroti peran perusahaan di sekitar wilayah Sukan Tengah yang dinilai kurang peka.

Mengingat dana pemerintah yang terbatas, ia meminta Bupati untuk lebih tegas mendorong perusahaan menyalurkan CSR mereka untuk perbaikan fasilitas publik.

Ia mengaku sempat menahan niat warga untuk berdemo demi menjaga kondusivitas, namun kesabaran warga ada batasnya.

Sebagai kampung dengan latar belakang transmigrasi, Sukan Tengah memiliki beban operasional yang besar.

Dengan 11 lembaga pendidikan, 14 RT, 5 Posyandu, dan 5 Pustu, penurunan anggaran ADK (Alokasi Dana Kampung) sangat memukul layanan masyarakat.

Baca Juga :  10 Tahun Tak Beroperasi, Kepala Kampung Desak Pemkab Beri Solusi terhadap Dermaga Gurimbang

“Tahun lalu kami anggarkan 360 juta, sekarang turun drastis. Kami kewalahan mengakomodir semuanya,” keluhnya sambil berharap ada perhitungan anggaran yang lebih proporsional di tahun depan.

Meski banyak melontarkan kritik pedas, Kepala Kampung Sukan Tengah tetap mengapresiasi pembangunan yang sudah berjalan di tahun 2025, termasuk bantuan untuk 7 rumah ibadah (2 gereja dan 5 masjid) di wilayahnya.

“Kini, bola panas ada di tangan pemerintah daerah untuk merespons jeritan dari Sukan Tengah tersebut,” tutupnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *