benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Suasana eks Bandara Temindung kembali semarak. Dinas Pariwisata Kalimantan Timurmembuka secara resmi Kampung Ramadan Temindung 2026 bertema Gebyar Ekonomi Kreatif & Kuliner Ramadan Kalimantan Timur di kawasan Temindung Creative Hub, Sabtu (21/2/2026) malam.
Selama 20 hari ke depan, kawasan ini disulap menjadi pusat kuliner, kreativitas, dan aktivitas religi yang ditujukan sebagai destinasi ngabuburit baru bagi warga Samarinda dan sekitarnya. Pembukaan acara turut diwarnai atraksi budaya, termasuk tradisi Begerakan Sahur yang menambah nuansa khas Ramadan.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional Kalimantan Timur dan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia.
“Kegiatan ini bukan sekadar pasar Ramadan, tetapi gerakan ekonomi, ruang kolaborasi, dan etalase kreativitas Kalimantan Timur,” ujarnya.
Menurut Ririn, Ramadan menjadi momentum strategis untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif secara bersamaan. Puluhan UMKM dan komunitas kreatif dilibatkan untuk menghadirkan ragam produk, mulai dari kuliner khas berbuka, fesyen muslim, kerajinan tangan lokal, hingga festival budaya seperti pawai obor dan halal lifestyle festival.
“Pariwisata hari ini bukan hanya tentang objek wisata, tetapi tentang pengalaman. Kampung Ramadan Temindung menghadirkan pengalaman lengkap bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, event bernuansa budaya dan religi memiliki daya tarik kuat dalam meningkatkan kunjungan serta mendorong perputaran ekonomi lokal. Karena itu, Pemprov Kaltim berkomitmen menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin dalam kalender pariwisata daerah.
“Kita ingin setiap momentum, termasuk Ramadan, menjadi peluang untuk meningkatkan okupansi hotel, menghidupkan sektor transportasi dan kuliner, serta membuka ruang transaksi bagi UMKM,” katanya.
Ririn menegaskan penguatan ekonomi kreatif merupakan prioritas daerah, terlebih Kalimantan Timur diproyeksikan sebagai gerbang masa depan Indonesia. Produk kreatif seperti fesyen muslim, kuliner khas, kriya, hingga pertunjukan seni dinilai sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi yang harus terus dikembangkan.
Ia berharap Kampung Ramadan Temindung 2026 mampu mendongkrak omzet UMKM, menjadi ikon destinasi Ramadan yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat citra Kaltim sebagai provinsi yang kreatif dan religius.
“Kepada seluruh masyarakat, mari kita ramaikan dan sukseskan kegiatan ini. Belanja di UMKM lokal berarti kita menggerakkan ekonomi tetangga kita sendiri,” pungkasnya.
Kehadiran Kampung Ramadan Temindung 2026 diharapkan tidak hanya menghadirkan semarak ibadah dan kebersamaan, tetapi juga memberi dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Kalimantan Timur. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






