benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Pemerintah menargetkan ruas nasional Samarinda–Bontang dalam kondisi bebas lubang sebelum puncak arus mudik Lebaran 2026.
Percepatan pekerjaan dilakukan guna menjamin kelancaran mobilitas masyarakat yang diprediksi meningkat signifikan saat periode Angkutan Lebaran.
Melalui Kementerian Pekerjaan Umum, penanganan di lapangan dikoordinasikan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim) bersama Satker PJN Wilayah II.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 Kalimantan Timur, Lalu Arpi, menegaskan bahwa percepatan ini bukan sekadar pekerjaan rutin, melainkan langkah strategis untuk memastikan keselamatan pengguna jalan selama masa mudik dan arus balik.
“Kami ingin memastikan bahwa sebelum puncak arus mudik, ruas Samarinda–Bontang sudah dalam kondisi mantap, rata, dan aman dilalui. Lonjakan kendaraan saat Lebaran biasanya cukup tinggi, sehingga jalan tidak boleh dalam kondisi berlubang atau tergenang karena itu bisa meningkatkan risiko kecelakaan maupun kemacetan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain penambalan lubang (patching) dan pelapisan ulang (overlay), pihaknya juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di beberapa titik rawan genangan.
“Perbaikan ini kami lakukan secara menyeluruh, bukan hanya menutup lubang, tetapi juga memastikan air tidak lagi menggenang saat hujan turun. Kalau genangan dibiarkan, struktur perkerasan bisa cepat rusak. Jadi penanganannya harus komprehensif agar hasilnya bertahan lebih lama,” jelasnya.
Menurut Lalu Arpi, kualitas pekerjaan menjadi perhatian utama. Seluruh tahapan, mulai dari penghamparan hotmix hingga pemadatan menggunakan tandem roller, diawasi secara teknis agar memenuhi standar jalan nasional.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk mendukung proses percepatan ini dengan tetap berhati-hati saat melintas di area proyek.
“Kami mohon pengertian dari pengguna jalan. Mungkin ada sedikit gangguan selama pekerjaan berlangsung, tetapi ini demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Target kami jelas, sebelum puncak mudik jalan sudah siap digunakan secara optimal,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Kalimantan Timur dapat berjalan lebih lancar, aman, dan minim hambatan akibat kerusakan infrastruktur jalan. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Endah Agustina






