benuakaltim.co.id,BERAU– Minimnya sarana dan prasarana (sarpras) olahraga di Kabupaten Berau, umumnya disebabkan oleh terbatasnya dana pembangunan atau pemeliharaan, prioritas anggaran ke sektor lain, serta kurangnya perawatan fasilitas yang ada.
Kondisi ini menghambat pembinaan atlet berprestasi, mengurangi motivasi warga berolahraga, dan menurunkan kualitas pendidikan jasmani di sekolah.
Ketua KONI Kabupaten Berau, Taufan Madjid menilai, keterbatasan fasilitas penunjang masih menjadi tantangan utama dalam pembinaan dan peningkatan prestasi atlet daerah.
Menurutnya, hingga saat ini sarpras olahraga di Berau masih tergolong minim dan belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan pembinaan dari berbagai cabang olahraga (cabor).
Padahal, perkembangan olahraga di Berau menunjukkan tren yang sangat positif.
“Ini tentu harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama pemerintah daerah,” tutur Taufan, Jumat (27/2/2026).
Saat ini, sebanyak 52 cabang olahraga telah dinyatakan lolos babak kualifikasi Pra Porprov dan dipastikan akan berlaga pada ajang Pekan Olahraga Provinsi mendatang.
“Capaian tersebut, merupakan kebanggaan sekaligus tantangan besar bagi daerah,” imbuhnya.
Dengan banyaknya cabor yang akan bertanding, menurut Taufan, kebutuhan terhadap fasilitas latihan yang memadai menjadi semakin mendesak.
Sarpras yang representatif dinilai sangat penting untuk menunjang kesiapan atlet, baik dari sisi teknis, fisik, maupun mental sebelum turun di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut.
“Kalau kita ingin hasil maksimal di Porprov, maka dukungan fasilitas harus sejalan dengan semangat dan kerja keras atlet. Jangan sampai potensi mereka terhambat karena keterbatasan tempat latihan,” ujarnya.
Meski begitu, Taufan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau atas langkah konkret yang mulai dilakukan, salah satunya rencana pembangunan sirkuit permanen di daerah ini.
Ia menilai pembangunan tersebut merupakan langkah maju dalam mendukung perkembangan olahraga, khususnya cabang otomotif.
Menurutnya, pembangunan sirkuit permanen bukan hanya menjadi fasilitas olahraga semata, tetapi juga bisa membuka peluang pembinaan atlet balap secara berkelanjutan, bahkan berpotensi menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan di masa mendatang
“Kami sangat mengapresiasi adanya pergerakan pembangunan sirkuit permanen ini. Ini langkah yang sangat baik dan tentu kami dukung penuh, apalagi ini menjadi bagian dari visi dan misi bupati Berau,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






