benuakaltim.co.id, SAMARINDA – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa di jalur turunan Jalan Poros Samarinda–Bontang, Ahad (1/3/2026) sekitar pukul 00.20 Wita. Insiden yang melibatkan sepeda motor dan truk fuso itu menyebabkan satu orang meninggal dunia di tempat, sementara satu korban lainnya mengalami luka serius.
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor KT 2847 BS dan truk fuso kuning KH 8513 LN. Kecelakaan terjadi di jalur turunan arah menuju Samarinda yang dikenal rawan insiden, terutama pada malam hari.
Kiki (39), sopir truk fuso, mengaku saat kejadian dirinya tengah melaju perlahan menuruni jalan dan sudah mengambil posisi di sisi kiri.
“Saya turunan pelan, sudah minggir. Tiba-tiba motor itu seperti menikung. Saya lihat sempat ngerem, tapi langsung menghantam bagian belakang mobil saya,” ujarnya di lokasi kejadian.
Benturan keras membuat kedua pengendara motor terlempar ke badan jalan. Kiki mengaku langsung menghentikan kendaraannya dan turun untuk melihat kondisi korban. “Saya berhenti. Takut juga dikira kabur, jadi saya tunggu di lokasi,” tambahnya.
Relawan FKPM Tanah Merah, Syarif Seftiadi, yang turut membantu proses evakuasi, membenarkan terdapat dua korban dalam insiden tersebut.
“1 korban meninggal dunia dan sudah dibawa ambulans. 1 korban lainnya masih bisa ditolong dan langsung dibawa untuk penanganan medis,” jelasnya.
Korban yang meninggal dunia dilaporkan mengalami luka berat di bagian kepala. Sementara korban selamat segera dilarikan ke rumah sakit sehingga kondisinya belum dapat dirinci lebih lanjut. Sepeda motor jenis CB yang dikendarai korban tampak hancur parah akibat benturan keras di bagian belakang truk.
Petugas Unit Laka Satlantas Polresta Samarinda yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan sebagai barang bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.
Polisi mengimbau pengguna jalan agar lebih berhati-hati saat melintasi jalur turunan Poros Samarinda–Bontang, terutama pada malam hari, mengingat kondisi jalan yang gelap dan rawan kecelakaan. (*)
Reporter: Aditya Setiawan
Editor: Ramli






