Kelompok Brigade Pangan Berau Bakal Terima Bantuan Alsintan dari Kementan

LAHAN TANI: Kondisi terkini lahan Tani di Kampung Merancang Ulu Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: GEORGIE/BENUAKALTIM.CO.ID)

benuakaltim.co.id, BERAU – Kelompok Brigade Pangan (BP) Kabupaten Berau yang dibentuk untuk meningkatkan produksi pertanian akan menerima bantuan alsintan dan benih padi dari Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia.

Dengan bantuan itu, Kelompok BP Kabupaten Berau diharapkan jadi garda terdepan dalam meningkatkan produksi pertanian, khususnya pangan bagi masyarakat Bumi Batiwakkal.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Pertanian (DTPHP) Berau, Untung Pamilih menjelaskan bantuan tersebut juga akan segera disalurkan

“Alatnya sudah datang, tinggal disalurkan. Tapi kita tunggu dulu running test rotavator. Selain alsintan, ada juga benih dan dolomit. Tapi tidak ada pupuk karena pertimbangan efisiensi,” ungkapnya, Sabtu (17/5/2025).

Baca Juga :  Gelontorkan Rp135 Miliar, PUPR Berau Bakal Percantik Drainase dan Irigasi

Rotavator merupakan alat pertanian modern yang berfungsi untuk mengolah, menggemburkan, menghancurkan, dan meratakan tanah sebelum penanaman.

“Mesin ini sangat dibutuhkan petani, terutama saat memasuki musim bersawah seperti sekarang,” ucapnya.

Selain rotavator, dirinya menyebutkan alsintan yang akan disalurkan mencakup berbagai jenis alat dengan jumlah cukup besar, meliputi 4 unit traktor roda empat, 17 unit traktor roda dua, 5 unit rotavator, 10 unit rice transplanter, 11 unit pompa air berukuran 6 inch, dan 4 unit pompa air 3 inch.

Baca Juga :  Atasi Masalah Sampah di Lokasi Wisata, PUPR Kebut Pembangunan TPS3R

“BP Berau juga menerima bantuan benih padi sebanyak 35.800 Kilogram (Kg) yang saat ini masih dalam proses pengiriman, serta kapur dolomit,” ungkapnya.

“Kita berharap dengan adanya bantuan baik alsintan maupun benih padi dan semua itu bisa lebih meningkatkan lagi produksi pertanian di Berau,” sambungnya.

Diakuinya, BP khususnya merupakan program nasional yang dibentuk pada masa pemerintahan Presiden Prabowo.

Melalui program Optimasi Lahan (OPLAH), BP ditugaskan untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP), dari yang semula satu kali tanam setahun menjadi dua atau bahkan tiga kali dalam setahun.

Baca Juga :  DPUPR Berau Genjot Pembangunan Jalan di 13 Kecamatan, Anggaran Capai Rp 40 Miliar per Wilayah

“Agar program OPLAH itu berhasil, tambah Untung, perlu dan bahkan harus ada dukungan nyata dari pemerintah daerah,” tuturnya.

Apalagi, saat ini terdapat tantangan serius yang dihadapi sektor pertanian, salah satunya yakni penyusutan lahan sawah akibat alih fungsi lahan.

“Pemerintah kabupaten harus serius mendukung. Lahan sawah terus berkurang, jadi perlu upaya maksimal untuk optimalkan yang masih ada,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *