Wabup Gamalis Ingatkan OPD Rancang Pembangunan Sesuai Kebutuhan Rakyat

Wakil Bupati Berau, Gamalis. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM.CO.ID)

benuakaltim.co.id, BERAU – Wakil Bupati Berau, Gamalis, menekankan pentingnya seluruh program pembangunan dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran sebagai pelayan masyarakat.

Karena itu, setiap rencana pembangunan wajib merujuk pada aspirasi warga. Masukan itu didapat melalui berbagai forum resmi, seperti Musrenbang, pokok pikiran fraksi DPRD dan dokumen perencanaan daerah.

“Kita ini pelayan masyarakat. Jangan sampai pembangunan didasarkan hanya pada keinginan semata. Harus terarah dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” ungkapnya Jumat (4/7/2025).

Baca Juga :  BMKG Berau Usulkan Alat Deteksi Tsunami ke Pemkab

Ia mengingatkan, penyusunan kegiatan pembangunan seharusnya bukan sekedar mengugurkan anggaran, melainkan diarahkan untuk menjawab kebutuhan publik secara konkret.

Apalagi kata dia dengan APBD Kabupaten Berau tahun ini mencapai Rp 4,8 triliun. Efektivitas program dinilai sangat penting agar setiap rupiah benar-benar menyasar kepentingan publik.

“Kebutuhan itu yang harus kita tangkap dan wujudkan. Jangan sampai anggaran terbuang sia-sia untuk program yang tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Selain perencanaan, Gamalis juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap program-program yang telah dilaksanakan.

Baca Juga :  Pemkab Berau Siapkan Anggaran Fantastis untuk Pemerataan Air Bersih

“Saya mengakui, pembangunan di era kepemimpinan bersama Bupati Sri Juniarsih telah menunjukkan kemajuan signifikan,” ujarnya.

Namun, ia mengingatkan agar pencapaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah cepat puas. “Banyak orang luar yang memuji pembangunan di Berau. Tapi pertanyaannya, apakah kita yang tinggal di sini benar-benar merasakan manfaatnya? Itu yang harus kita evaluasi,” bebernya.

Gamalis juga mewanti-wanti agar tingginya angka APBD tidak membuat pemerintah lengah. “Saya menilai angka tersebut bisa saja menurun di masa depan karena ketergantungan pada transfer pusat,” tuturnya.

Baca Juga :  PLN Berau Prediksi Beban Puncak Listrik Tembus 47 MW Jelang Ramadan

Oleh karena itu, ia meminta semua pihak lebih bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola setiap rupiah anggaran. “Kalau hari ini kita punya angka besar, belum tentu besok tetap seperti itu. Karena itu, kita harus mengelola anggaran dengan bijak dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Yogi Wibawa

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *