Kaltim Fokus Operasi Pasar Murah ke Wilayah Terpencil

Kepala Disperindagkop Kalimantan Timur Heni Purwaningsih. ANTARA/Ahmad Rifandi.
Samarinda – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memfokuskan pelaksanaan program pasar murah ke wilayah terpencil untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

“Pasar murah menjelang akhir tahun sudah menjadi agenda rutin kami setiap menyambut Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) seperti Idul Fitri, Natal, maupun Tahun Baru,” kata Kepala Disperindagkop Kaltim Heni Purwaningsih di Samarinda, Selasa.

Baca Juga :  Kaltim Dongkrak Realisasi Pajak Alat Berat Tembus Rp36 Miliar

Heni menjelaskan bahwa pihaknya menjalin kerja sama strategis dengan Badan Usaha Milik Daerah PT Melati Bhakti Satya (MBS) untuk merealisasikan agenda operasi pasar tersebut secara efektif.

Kolaborasi dengan perusahaan milik daerah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas penugasan langsung Gubernur Kaltim dalam rangka pengendalian inflasi daerah.

Baca Juga :  Kaltim Berhasil Produksi 270 Ribu Ton Gabah Kering pada Tahun 2025

Perusahaan daerah dimandatkan untuk melakukan berbagai upaya konkret demi menjamin ketersediaan stok barang kebutuhan pokok bagi masyarakat luas.

Strategi pengendalian harga ini sengaja tidak dipusatkan di kota-kota besar seperti Samarinda atau Balikpapan yang dinilai sudah mampu menjalankan program serupa secara mandiri.

Pemerintah provinsi berkomitmen memberikan perhatian kepada masyarakat yang berdomisili di kawasan yang cukup jauh dari pusat distribusi logistik utama.

Baca Juga :  Kaltim Dongkrak Realisasi Pajak Alat Berat Tembus Rp36 Miliar

Target prioritas penyaluran bahan pokok bersubsidi ini meliputi Kabupaten Kutai Barat, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, Paser, hingga wilayah Kutai Timur.

“Fokus distribusi ke wilayah pinggiran bertujuan memeratakan akses pangan murah agar seluruh lapisan masyarakat dapat merayakan hari besar keagamaan dengan tenang tanpa beban harga tinggi,” jelas Heni.

Sumber : Antara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *