Libur Nataru, Terminal Rinding Tambah Jam Pelayanan Tiket

PEMERIKSAAN: Koordinator Terminal Damri Rinding Berau, Sofyan beserta anggota agen Damri Berau, Aldy sedang melakukan cek penumpang naik Bus Damri yang dari Terminal Rinding. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU– Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) aktivitas di Terminal Rinding, Kabupaten Berau mulai menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Koordinator Terminal Damri Rinding Berau, Sofyan beserta anggota agen Damri Berau Aldy menjelaskan, lonjakan penumpang dilaporkan sudah terjadi sejak 17 Desember dan diprediksi akan terus mencapai puncaknya hingga akhir tahun.

“Perubahan sistem tiket dan jam operasional ada yang berbeda pada pelayanan Nataru tahun ini,” ungkapnya, Sabtu (20/12/2025).

Sofyan mengungkapkan adanya perubahan sistem operasional, khususnya terkait manajemen tiket dan jam kerja petugas.

“Jika sebelumnya perhitungan petugas dilakukan per orang, tahun ini sistem diatur menjadi dua orang petugas per hari dengan pembagian jam kerja yang lebih intensif,” ucapnya.

Baca Juga :  Pembangunan Infrastruktur Wisata Berau Terkendala Geografis dan Keamanan Perangkat

Sebagai informasi, kata dia, shift sore dimulai pukul 15.00 – 19.00 wita dan shift malam pukul 19.00 – 23.00 wita.

“Langkah ini diambil untuk memastikan pelayanan tetap maksimal di tengah arus penumpang yang terus memadati terminal setiap harinya,” ujarnya.

Menurutnya arus penumpang Full Seat. Berdasarkan data di lapangan, kepadatan penumpang mulai terasa sejak 17 Desember. Sofyan menjelaskan, petugas melaporkan armada bus rata-rata keberangkatan selalu dalam kondisi full seat atau kursi penuh.

Baca Juga :  PLN Berau Prediksi Beban Puncak Listrik Tembus 47 MW Jelang Ramadan

“Dari tanggal 17 sudah mulai penuh, sampai tanggal 19 ini terus full seat. Prediksi kami kondisi ini akan bertahan hingga tanggal 30 Desember nanti, termasuk untuk arus baliknya,” bebernya.

Sofyan menjelaskan, meskipun operasional berjalan lancar, petugas di lapangan memberikan catatan penting terkait koordinasi antarinstansi.

“Saat ini, pengawasan penuh dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi, namun petugas berharap adanya keterlibatan lebih aktif dari Dishub Kabupaten dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat,” tuturnya.

Bagi dia, juga beberapa poin yang diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) antara lain pemeriksaan kesehatan. “Berbeda dengan tahun lalu, tahun ini belum terlihat adanya posko kesehatan dari Dinkes untuk mengecek kondisi fisik penumpang maupun sopir bus,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dorong Peremajaan Kebun Sawit lewat Dana BPDP

Selain itu, menurutnya, keamanan dan fasilitas perlu dukungan sarana prasarana tambahan guna menampung lonjakan penumpang agar tetap nyaman dan tertib.

“Petugas berharap pemerintah daerah segera merespons kebutuhan ini demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Nataru melalui terminal Damri,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *