Tarif Tiket Bus Damri di Terminal Rinding Dipastikan Normal Selama Libur Nataru

PEMERIKSAAN: Petugas saat melakukan pemeriksaan terhadap Bus Damri di Terminal Rinding. (ISTIMEWA)

benuakaltim.co.id, BERAU– Arus mudik menjelang perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) mulai menunjukkan peningkatan signifikan di Terminal Rinding Tipe B.

Koordinator Terminal Rinding Tipe B Berau, Sofyan mengatakan, meski puncak lonjakan penumpang diprediksi baru akan terjadi pada tanggal 20 Desember mendatang suasana ramai sudah mulai terlihat sejak Kamis (18/12/2025).

“Tanda-tanda keramaian sudah melampaui hari-hari biasa. Biasanya lonjakan itu terjadi mulai tanggal 20, tapi pantauan kami di lapangan menunjukkan sejak tanggal 19 ini arus penumpang sudah mulai naik cukup tajam,” terangnya, Sabtu (20/12/2025).

Baca Juga :  PLN Berau Prediksi Beban Puncak Listrik Tembus 47 MW Jelang Ramadan

Kata dia untuk saat ini, rute yang paling banyak diminati meliputi perjalanan pulang-pergi (PP) dari Tanjung Redeb – Tanjung Batu, Tanjung Redeb – Tanjung Selor dan Tanjung Redeb – Samarinda.

“Hingga saat ini belum ada kenaikan tarif tiket bus maupun travel,” bebernya.

Kata Sofyan, pada tahun-tahun sebelumnya sering terjadi penyesuaian harga menjelang hari besar untuk musim Nataru, kali ini tarif dipastikan masih dalam batas normal.

“Sejauh ini belum ada berita atau instruksi terkait kenaikan tarif. Semuanya masih normal, jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait harga tiket,” tuturnya.

Baca Juga :  Wadah Kreativitas dan Edukasi Sinema, Festival Film Pelajar Berau Hadir di Bioskop

Sofyan menanggapi meningkatnya volume penumpang, pihak Dinas Perhubungan (Dishub) bekerja sama dengan para sopir dan kernet di Terminal Rinding untuk memastikan kelancaran operasional.

“Petugas secara rutin memberikan imbauan langsung di dalam bus sebelum keberangkatan,” tegasnya.

Tidak hanya itu, menurutnya, fokus utama keamanan kali ini adalah menjaga barang bawaan penumpang. Sofyan menegaskan, petugas mengingatkan agar warga tetap waspada terhadap potensi tertukarnya barang atau aksi kriminalitas.

Baca Juga :  Dorong Peremajaan Kebun Sawit lewat Dana BPDP

“Kami selalu menekankan kepada penumpang untuk menjaga barang masing-masing. Pernah ada kejadian barang tertukar atau diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab, itulah yang terus kami antisipasi dengan sosialisasi langsung di atas bus,” jelasnya.

Kendati demikian pihak manajemen armada bus, termasuk sopir dan kernet, dinyatakan siap melayani penumpang.

“Dan berkomitmen mengikuti arahan petugas demi keselamatan dan kenyamanan bersama selama perjalanan mudik Nataru tahun ini,” tutupnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *