Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, di Samarinda, Minggu, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian luar biasa ini.
“Alhamdulillah, penampilan Imran sangat maksimal hingga berhasil meraih juara. Ini menjadi kado indah di penghujung tahun 2025 bagi masyarakat Kalimantan Timur dan Indonesia,” ujarnya.
Sri Wahyuni yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kaltim menjelaskan bahwa Imranul Karim sukses memukau dewan hakim dengan teknik tilawah yang mumpuni.
Ia berhasil mengungguli finalis dari tujuh negara tangguh lainnya, yakni Bangladesh (tuan rumah), Malaysia, Iran, Mesir, Pakistan, Brunei Darussalam, dan India.
Berdasarkan pengumuman resmi yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Asosiasi Qori Bangladesh, Qari Rafiq Ahmed Osmani, urutan pemenang adalah juara 1 Imranul Karim (Indonesia), juara 2 Eshaq Abdollahi (Iran), dan juara 3 Mahmud Al-Mahdi (Mesir).
Dalam keterangannya, Imranul Karim mengungkapkan rasa syukur atas amanah yang berhasil ia tunaikan.
Ia mengakui bahwa kompetisi di Dhaka kali ini sangat kompetitif karena diikuti oleh para jawara dari berbagai kompetisi internasional lainnya.
“Alhamdulillah, saya mampu membayar tunai amanah dari LPTQ Kaltim. Persaingan di Bangladesh sangat ketat. Juara 2 asal Iran merupakan pemenang MTQ Internasional Rusia, sementara Juara 3 asal Mesir adalah qori senior yang telah berulang kali memenangkan kompetisi dunia,” ungkap Imranul.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, Ibu Sekda selaku Ketua LPTQ, serta seluruh masyarakat Indonesia atas doanya,” tambahnya.
Ajang MTQ Internasional ke-4 Bangladesh ini diselenggarakan oleh Asosiasi Qori Bangladesh melalui sistem seleksi yang ketat. Tahap awal dilakukan secara daring (online) hingga menyaring delapan finalis terbaik dari seluruh dunia untuk diberangkatkan ke Dhaka.
Babak final sendiri dilaksanakan pada 19 Desember 2025 selepas waktu Asar di Masjid Nasional Baitul Mukarram, Dhaka. Selain kompetisi tilawah, rangkaian kegiatan ini juga diisi dengan seminar internasional tentang Al Quran yang menghadirkan pakar-pakar dari berbagai negara.
Sumber : Antara






