Dinkes Kaltim Arahkan Vaksinasi Influenza Tangkal Superflu

Pelayanan kesehatan oleh petugas medis dari Dinas Kesehatan Kaltim. ANTARA/Ahmad Rifandi.
Samarinda – Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) menganjurkan masyarakat untuk melakukan vaksinasi influenza secara rutin sebagai upaya paling efektif dalam menangkal penularan Superflu.

“Imunisasi influenza sangat disarankan untuk dilakukan satu tahun sekali guna mengurangi risiko terpapar virus dan menekan angka kesakitan,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim Eryariyatin di Samarinda, Selasa.

Ia menyoroti adanya tren peningkatan kasus flu yang signifikan pada periode akhir tahun hingga awal tahun, tepatnya antara Oktober 2025 hingga Januari 2026.

Lonjakan kasus tersebut utamanya dipicu oleh perubahan cuaca ekstrem atau masa pancaroba yang membuat kondisi fisik seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit.

Baca Juga :  Kaltim Dongkrak Realisasi Pajak Alat Berat Tembus Rp36 Miliar

Terkait dengan istilah Superflu yang ramai diperbincangkan publik, ia menjelaskan bahwa sebutan itu bukan merupakan terminologi medis resmi melainkan bahasa populer untuk jenis Influenza Tipe A atau H3N2.

Penggunaan istilah tersebut merujuk pada karakteristik virus yang memiliki gejala klinis lebih berat serta kemampuan penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan flu biasa atau H1N1.

“Pasien yang terinfeksi varian ini umumnya akan merasakan keluhan kesehatan yang cukup mengganggu aktivitas, meliputi demam tinggi, batuk, pilek, nyeri sendi, hingga badan lemas,” kata Eri.

Baca Juga :  Kaltim Berhasil Produksi 270 Ribu Ton Gabah Kering pada Tahun 2025

Ia menjelaskan dampak serangan virus ini bisa berkembang menjadi kondisi yang jauh lebih serius apabila menjangkiti kelompok masyarakat rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, dan anak-anak.

“Kami juga perlu meluruskan informasi keliru atau hoaks yang beredar di media sosial yang menyebutkan bahwa Superflu lebih berbahaya daripada COVID-19,” ujarnya.

Menteri Kesehatan, katanya, telah menegaskan bahwa H3N2 bukanlah jenis virus baru dan tingkat fatalitas tidak mematikan seperti pandemi COVID-19, meskipun kewaspadaan tetap mutlak diperlukan.

Oleh karena itu, ujarnya, langkah imunisasi menjadi krusial karena terbukti mampu mencegah terjadinya komplikasi kesehatan serius, terutama bagi warga yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Baca Juga :  Kaltim Dongkrak Realisasi Pajak Alat Berat Tembus Rp36 Miliar

Pihaknya menyampaikan kepada masyarakat agar dapat mengakses layanan vaksin tersebut di berbagai klinik maupun Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) dengan biaya yang relatif terjangkau.

Ia menganjurkan pula kepada masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam rutinitas sehari-hari.

“Pertahanan terakhir untuk menjaga imunitas tubuh agar tetap prima adalah dengan menjaga kualitas asupan gizi yang seimbang serta memastikan waktu istirahat yang cukup setiap harinya,” demikian Eri.

Sumber : Antara

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *