Pantau Pelayanan Kesehatan di 21 Puskesmas lewat Aplikasi Mandau

TUNJUKKAN: Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie menunjukkan fitur yang ada di aplikasi Mandau. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Berau terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.

Inovasi terbaru tersebut hadir melalui aplikasi ‘Mandau’, sebuah platform dashboard digital yang memungkinkan pemantauan aktivitas pelayanan di 21 Puskesmas se-Kabupaten Berau secara real time.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie mengatakan, aplikasi yang mulai dipersiapkan sejak akhir Desember 2024 dan beroperasi penuh pada awal Januari 2025.

Aplikasi tersebut dirancang untuk memudahkan koordinasi antara Dinas Kesehatan dan unit pelaksana teknis di lapangan.

Baca Juga :  BMKG Berau Usulkan Alat Deteksi Tsunami ke Pemkab

“Melalui aplikasi Mandau, pihak Dinas Kesehatan kini dapat memantau jumlah pasien yang sedang dilayani,” ungkapnya, Rabu (14/1/2026).

Bahkan pemantauan dapat dilakukan di Poli Umum maupun Poli Persalinan, di Puskesmas yang letaknya cukup jauh sekalipun, seperti Puskesmas Long Boy dan Puskesmas Merapun yang membutuhkan waktu tempuh hingga 4-5 jam dari pusat kota.

“Hari ini saya bisa pantau, di Long Boy ada dua pasien layanan dalam gedung. Di Merapun ada enam pasien Poli Umum. Semua data ini ter-update setiap 24 jam, bahkan bisa kita pantau secara langsung progresnya,” bebernya

Baca Juga :  Asik Cuci Motor di Pinggir Sungai, Pemuda di Jalan Kelay Diterkam Buaya

Salah satu tujuan utama dikembangkannya Mandau adalah agar petugas di Puskesmas dapat lebih fokus pada pelayanan pasien. “Selama ini, petugas seringkali terbebani dengan permintaan rekapitulasi data program secara manual yang menyita waktu,” tegasnya.

Dengan sistem ini, petugas cukup menginput data pelayanan, dan aplikasi akan mengolahnya secara otomatis untuk kebutuhan laporan di tingkat dinas.

“Kami ingin petugas Puskesmas fokus melayani. Biarlah aplikasi ini yang mengolah datanya, sehingga kami di Dinkes tinggal menerima ‘makanan siap saji’-nya saja,” tambahnya.

Baca Juga :  PLN Berau Prediksi Beban Puncak Listrik Tembus 47 MW Jelang Ramadan

Ke depannya, Lamlay menilai fitur-fitur baru akan terus ditambahkan sesuai kebutuhan, termasuk integrasi ulasan masyarakat dari Google Review dan data dari aplikasi BPJS Kesehatan.

“Ini seperti smartphone, fiturnya akan terus kami tambah. Kami ingin di akhir tahun nanti, ‘pohon’ ini sudah tumbuh besar dan memberikan manfaat yang maksimal bagi pelayanan kesehatan di Kabupaten Berau,” pungkasnya. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *