Dinsos Berau Dorong Nama ‘Raja Alam’ untuk Bandara dan Fasilitas Publik

benuakaltim.co.id, BERAU– Dinas Sosial (Dinsos) Berau sedang melakukan kajian penggunaan nama Raja Alam sebagai nama resmi untuk sejumlah aset besar daerah, seperti bandara, stadion mini, dan fasilitas publik lainnya.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh perjuangan lokal sekaligus mempercepat proses verifikasi Raja Alam sebagai Pahlawan
Nasional.

Kepala Dinsos Berau, Iswahyudi mengatakan, penamaan aset publik dengan nama Raja Alam akan memperkuat identitas sejarah dan kebanggaan daerah. Menurutnya, hal ini juga menjadi salah satu syarat penting dalam proses pengusulan pahlawan nasional.

Baca Juga :  Disperkim Berau Tekankan Percepatan Pembangunan Rusunawa untuk Kebutuhan Relokasi

“Dengan adanya penggunaan nama Raja Alam, dapat mempercepat verifikasi Raja Alam sebagai Pahlawan Nasional,” ujarnya Jumat (30/1/2026).

Ia menegaskan, sudah saatnya masyarakat dan pemerintah daerah memberi penghargaan lebih kepada pahlawan asal Berau yang memiliki kontribusi besar terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Daerah Berau seharusnya bisa lebih menghargai pahlawan daerah sendiri, dan ini juga salah satu syarat untuk menjadikan beliau sebagai pahlawan nasional,” ungkapnya.

Iswahyudi menyebut, usulan penggunaan nama Raja Alam di fasilitas publik bukanlah gagasan baru. Sebelumnya, pihaknya pernah mengusulkan agar nama Raja Alam digunakan pada Bandara Kalimarau.

Baca Juga :  PDAM Batiwakkal Siapkan Perluasan Layanan Air Bersih

“Sebenarnya, sudah pernah kami usulkan untuk penambahan Raja Alam di bandara Kalimarau, contohnya seperti itu ya,” ucapnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Dinsos Berau juga bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memperkuat kajian ilmiah dan historis mengenai kiprah Raja Alam dalam perjuangan kemerdekaan.

“Kami bekerja sama dengan UGM untuk mendalami kembali studi literatur tentang Raja Alam, terutama dalam konteks perjuangan kemerdekaan. Tim penilai pahlawan daerah juga telah dibentuk dan beberapa waktu lalu sudah melakukan rapat terbatas untuk membahas arah pengusulan,” bebernya.

Baca Juga :  Sri Juniarsih Mas Dorong Transformasi Ekonomi Berau dari Tambang ke Sektor Hijau

Dalam waktu dekat, kata dia, direncanakan akan digelar rapat lanjutan bersama tim akademisi UGM.

“Rapat ini akan mengevaluasi sejauh mana nilai kepahlawanan Raja Alam memenuhi kriteria nasional, baik dari aspek historis, sumber primer, maupun pengaruhnya terhadap masyarakat dan bangsa,” tuturnya.

Upaya ini diharapkan dapat memperkuat posisi Raja Alam sebagai tokoh penting dalam sejarah perjuangan Kalimantan Timur dan membuka peluang besar bagi penetapan resmi sebagai Pahlawan Nasional. (*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *