benuakaltim.co.id, BERAU – Menjelang bulan suci Ramadan dan Idulfitri, PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Berau mulai melakukan pemetaan terhadap konsumsi listrik masyarakat.
Manager ULP PLN Berau, Clif Salomo Panjaitan, memprediksi akan terjadi kenaikan beban puncak yang cukup signifikan dibanding hari biasanya.
Clif menjelaskan, saat ini beban puncak di sistem Tanjung Redeb berada di kisaran 43 hingga 45 Megawatt (MW). Namun, angka ini diprediksi akan terus merangkak naik seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat di bulan puasa.
“Mungkin pertumbuhan beban nanti menjelang bulan puasa dan Ramadan bisa tembus di angka 46 sampai 47 MW. Harapan kita memang ada pertumbuhan ekonomi di sana,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Lonjakan beban listrik ini, menurut Clif, dipicu oleh aktivitas menyeluruh dari berbagai sektor, mulai dari penggunaan rumah tangga hingga sektor industri yang meningkat selama momen hari besar keagamaan.
Untuk memastikan pasokan listrik tetap aman, pihak PLN melakukan pemantauan ketat terhadap sistem kelistrikan secara berkala. “Kalau rekap pembebanan itu biasanya kita update terus per satu jam atau per setengah jam. Monitoring dilakukan terus menerus selama 24 jam,” ujarnya.
Terkait kesiapan infrastruktur, Clif optimis PLN mampu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Berau selama Ramadan, dengan catatan tidak terjadi gangguan teknis yang tidak terduga pada sistem.
“Secara kesiapan, mudah-mudahan selagi tidak ada gangguan, kita masih bisa terus menyuplai pasokan secara maksimal kepada pelanggan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






