benuakaltim.co.id, BERAU – Komitmen Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terus berlanjut.
Untuk tahun anggaran 2026, fokus utama akan diarahkan pada peningkatan dan perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di sejumlah wilayah strategis.
Sekretaris Dinas PUPR Berau, Bambang Sugianto mengungkapkan, meski secara kuantitas rencana pembangunan di 2026 tidak sebanyak tahun 2025 karena penyesuaian anggaran, namun proyek-proyek yang dijalankan bersifat krusial dan berkelanjutan.
“Yang pasti pertama adalah lanjutan peningkatan SPAM Singkuang. Anggarannya kurang lebih Rp19 Miliar. Ini masuk tahap kedua dan akan beroperasi setelah seluruh rangkaian pembangunannya rampung,” ujarnya, Kamis (5/2/2026).
Bambang merincikan sejumlah paket kegiatan perluasan jaringan perpipaan yang telah masuk dalam perencanaan tahun 2026, di antaranya SPAM Singkuang (Tahap 2) capai Rp19 Miliar.
“SPAM Merancang Rp23 Miliar, SPAM Suaran Rp18,9 Miliar, SPAM Labanan Rp13,4 Miliar, SPAM Semurut: Rp14,2 Miliar, SPAM Dumaring Rp4,2 Miliar, SPAM Paku Rp8,9 Miliar,” sebutnya.
Menurut Bambang, perluasan ini bertujuan agar distribusi air bersih bisa menjangkau area yang lebih luas, termasuk kampung-kampung di sekitar pusat instalasi.
Sebagai contoh, perluasan SPAM Labanan akan diarahkan untuk mencakup wilayah Kampung Pandan Sari dan Kampung Bukit Makmur.
“Target kita adalah mencakup semua kampung secara bertahap. Luasan jangkauannya tentu mengikuti panjang pipa yang dipasang. Kami di PUPR membangun infrastruktur dan jaringan instalasinya,” ucapnya.
Dalam implementasinya, Bambang menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak Perumda Air Minum Batiwakkal. Menurutnya PUPR bertanggung jawab pada pembangunan jaringan pipa utama dan distribusi, sementara untuk sambungan rumah (SR) akan dikelola oleh PDAM.
“Ini adalah bagian dari visi misi Bapak Bupati untuk memenuhi layanan dasar masyarakat. Kami bangun jaringannya, nanti untuk urusan teknis aliran ke rumah-rumah atau SR, itu ranahnya PDAM. Sinergi ini penting agar masyarakat segera menikmati air bersih yang layak,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






