benuakaltim.co.id, BERAU– Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan, ketergantungan daerah pada sektor pertambangan harus segera diakhiri.
Di tengah pemotongan anggaran nasional dan penurunan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), Bupati mengajak seluruh lapisan masyarakat dan aparatur kampung untuk beralih mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang berkelanjutan Pariwisata dan Pertanian.
“Kita yang terbiasa dimanjakan oleh APBD dari sektor tambang, sekarang tidak boleh seperti itu lagi. Kita harus melihat sumber daya alam dan budaya yang ada untuk dilestarikan, yang nantinya akan menjadi magnet ekonomi baru bagi Kabupaten Berau,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Bupati menyoroti Kecamatan Sambaliung sebagai salah satu ikon sejarah yang memiliki daya tarik tinggi bagi wisatawan. Namun, ia mengingatkan bahwa potensi Berau tidak hanya soal sejarah namun Inovasi Kampung
Bupati juga mendorong setiap Kepala Kampung untuk menciptakan inovasi pariwisata agar muncul Pendapatan Asli Kampung (PAK) yang mandiri.
“Mengingat sumber daya tambang (termasuk illegal mining) yang mulai habis dan tidak lagi memberikan manfaat bagi daerah, pariwisata menjadi pilihan jangka panjang yang lebih menjanjikan,” ucapnya.
Selain pariwisata, sektor perkebunan menjadi primadona baru. Sri Juniarsih Mas mengungkapkan, kualitas tanah Berau menghasilkan cokelat (kakao) dengan cita rasa unik yang sangat diminati pasar internasional.
“Alhamdulillah, saya menerima tamu dari Prancis yang meminta 25 ton cokelat, dan dari Swiss meminta 50 ton. Bahkan produk Cokelat Berau dari Berau Coal (Brocol) sudah lama menembus pasar Jerman dan Belgia,” ungkapnya.
Tak ingin kehilangan momentum, Bupati Sri Juniarsih juga melakukan lobi langsung ke tingkat pusat. Dalam pertemuan dengan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, ia berhasil mengamankan bantuan besar untuk petani Berau.
“Berau dipastikan mendapatkan bantuan bibit cokelat seluas 200 hektare dan kelapa dalam seluas 200 hektare,” bebernya.
Selain itu Bupati menginstruksikan dinas terkait untuk mengawal ketat realisasi bantuan ini agar benar-benar sampai ke tangan masyarakat kampung.
“Ini adalah bentuk pelayanan dan perhatian kami agar kesenjangan ekonomi di masyarakat tidak terlalu jauh. Mari kita bangun kemandirian ekonomi lewat potensi hijau yang kita miliki,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






