DPRD Berau Dorong 12 Kampung di Segah Kelola Lahan Produktif untuk PAK

MUSRENBANG: Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi turut hadir pada acara MusreNbang di Kecamatan Segah. (FOTO: GEORGIE/BENUAKALTIM)

benuakaltim.co.id, BERAU– Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, mendorong langkah konkret untuk memperkuat Pendapatan Asli Kampung (PAK) di wilayah Kecamatan Segah.

Ia menyoroti pentingnya kepemilikan lahan produktif bagi tiap kampung agar memiliki sumber penghasilan mandiri dalam jangka panjang.

Sumadi mengungkapkan, potensi perkebunan seperti sawit, kakao, hingga kelapa dalam seluas 10 hingga 20 hektare per kampung dapat menjadi mesin ekonomi yang luar biasa.

Sebagai perbandingan, ia mencontohkan sebuah kampung di pesisir yang mampu menghasilkan Rp500 juta per tahun hanya dari pengelolaan lahan 10 hektare.

“Kalau kita punya 20 hektare, itu bisa menghasilkan Rp600 juta sampai Rp1 miliar untuk pendapatan asli kampung. Ini yang perlu kita kawal bersama agar kampung punya penghasilan jangka panjang dan tidak terus bergantung pada APBD,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Baca Juga :  Sekda Berau Apresiasi BUMK Pegat Bukur, Dinilai Amanah dan Transparan

Fokus utama yang kini menjadi perhatian serius Sumadi adalah status lahan di Blok Segah. Ia memaparkan, dari luasan awal 108 ribu hektare, kini luasannya menyusut dan tersisa sekitar 70 ribu hektare.

Ia pun mempertanyakan secara terbuka mengenai raibnya sekitar 30 ribu hektare lahan dari data tersebut.

“Pemerintah Provinsi perlu mengawal, 30 ribu hektare ini lari ke mana? Kami sampai saat ini belum tahu itu diperuntukkan untuk siapa. Jangan sampai hanya balik nama untuk kepentingan pribadi tertentu saja,” ucapnya.

Baca Juga :  Sri Juniarsih Mas Dorong Transformasi Ekonomi Berau dari Tambang ke Sektor Hijau

Politisi ini berharap sisa lahan tersebut bisa dialokasikan kepada 12 kampung yang ada di Kecamatan Segah sebagai aset PAK. Menurutnya, hal ini jauh lebih bermanfaat daripada sekadar pemberian bantuan jangka pendek dari perusahaan.

“Perusahaan di Segah ada 22, kalau satu perusahaan saja mengakomodir satu kampung, urusan selesai. Jangan hanya kasih ambulans atau bantuan Rp10 juta, itu jangka pendek. Kita harus berpikir jangka panjang untuk kesejahteraan masyarakat bahkan setelah masa jabatan kita berakhir,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kawal Aspirasi Warga Segah, DPRD Berau Soroti Pendidikan dan Layanan Kesehatan

Selain masalah lahan, Sumadi juga memberikan catatan terkait pembangunan infrastruktur di Segah. Ia mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam pengadaan air bersih, namun ia meminta Pemerintah Daerah (Pemda) masuk untuk memberikan bantuan sarana yang lebih mumpuni.

“Alangkah baiknya Pemda memberikan bantuan pipa yang lebih besar dan tandon. Selain itu, akses jalan yang masih becek perlu diprioritaskan anggarannya, minimal untuk perbaikan parit agar air tidak menggenang saat hujan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Endah Agustina

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *