benuakaltim.co.id, BERAU– Kondisi geografis Kampung Long Lanuk yang kian tergerus abrasi sungai mendapat perhatian serius dari jajaran legislatif.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Gideon Andris, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk opsi relokasi bagi warga yang terdampak.
Gideon mengungkapkan, ancaman abrasi di wilayah tersebut bukan lagi masalah baru, namun intensitasnya yang semakin mengkhawatirkan menuntut respons cepat dari pemerintah daerah.
Menurutnya, keselamatan warga harus menjadi prioritas utama sebelum kondisi pemukiman benar-benar membahayakan.
“Kami melihat ancaman abrasi di Kampung Long Lanuk ini sudah sangat mendesak. Pemkab melalui dinas terkait harus segera turun tangan, jangan sampai menunggu ada korban atau kerusakan yang lebih parah baru bertindak,” tegas Gideon, Senin (10/2/2026).
Politisi dari Partai Gerindra ini juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam proses perencanaan penanganan bencana ini. Ia mengusulkan agar pemerintah tidak berjalan sendiri, melainkan menggandeng kepala kampung hingga tokoh adat setempat.
“Rencana penanganan, termasuk jika ada opsi relokasi, harus melibatkan tokoh adat dan masyarakat agar keputusannya transparan dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Kita ingin solusi yang diambil nantinya benar-benar bisa diterima oleh warga,” bebernya.
Lebih lanjut, legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) 4 ini berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini di tingkat DPRD. Ia berharap pemerintah daerah dapat mengalokasikan anggaran khusus untuk mitigasi bencana di wilayah-wilayah rawan seperti Long Lanuk.
“Kondisi Kampung Long Lanuk sendiri memang kerap dilaporkan mengalami kendala infrastruktur akibat faktor alam, termasuk banjir tahunan yang sering merendam jalur transportasi utama warga,” pungkasnya.
Dengan adanya desakan dari DPRD ini, diharapkan Pemkab Berau segera melakukan pemetaan lokasi baru yang lebih aman bagi masyarakat. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






