benuakaltim.co.id, BERAU– Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) tengah tancap gas memoles wajah pariwisata Bumi Batiwakkal.
Tidak tanggung-tanggung, tiga zona destinasi prioritas kini menjadi fokus utama untuk menyulap Berau menjadi magnet wisatawan dunia.
Plt Kepala Disbudpar Berau, Warji mengungkapkan, strategi pengembangan wisata saat ini terbagi dalam tiga klaster besar yang menawarkan pengalaman berbeda bagi pengunjung. Warji merincikan pembagian destinasi prioritas tersebut yaitu Kepulauan meliputi gugusan pulau ikonik seperti Maratua, Derawan, Sangalaki, dan Kakaban.
“Destinasi pesisir mencakup wisata Air Panas, Labuan Cermin yang fenomenal, Teluk Sumbang, hingga Nilenggo. Wisata Perkotaan memfokuskan pada wisata sejarah dan religi melalui Museum dan Keraton. Gunung Padai ‘Harta Karun’ Baru yang segera digarap,” bebernya.
Menariknya, muncul potensi baru yang bakal menjadi primadona, yakni Gunung Padai di Kampung Pilanjau. Warji mengakui, potensi ini merupakan usulan segar yang selama ini belum masuk dalam proyeksi dinas.
“Ini lokasi di mana dan bentuk wisatanya seperti apa, nanti akan kita koordinasikan lebih lanjut. Jika potensinya besar, tentu lebih baik diberdayakan agar perjalanan wisatawan di jalur pesisir yang panjang tidak membosankan,” ujarnya.
Selain destinasi baru, kata dia, pemerintah juga fokus pada kenyamanan wisatawan yang menempuh jalur darat panjang dari Sambaliung ke Biduk-Biduk. Rencana pembangunan rest area di wilayah Tabalar Ulu sedang digodok untuk memecah kejenuhan perjalanan.
Tak hanya itu, beberapa proyek fisik juga terus dikebut tahun ini, di antaranya penataan lanskap Danau Beribit di Suaran. “Penimbunan Lokasi Bakudung Batiung sebagai bagian dari fasilitas pendukung wisata. Pengembangan Wisata Religi dan respons terhadap permohonan santunan di Keraton Sambaliung,” tuturnya.
Meski beberapa rencana di tahun 2026 sempat terkendala efisiensi anggaran, Warji memastikan program-program prioritas tersebut tidak akan hilang.
“Usulan 2026 yang tereliminir karena efisiensi akan kita akumulasikan ke prioritas tahun 2027. Kita ingin pastikan destinasi yang paling prioritas bisa terakomodir sepenuhnya,” pungkasnya. (*)
Reporter: Georgie Silalahi
Editor: Endah Agustina






